Inilah Bagian-Bagian Otak yang Perlu Diketahui

Menjadi bagian paling vital bagi manusia, otak terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi masing-masing. Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang memengaruhi sistem kerja organ tubuh lain, mulai dari lobus frontal otak hingga lobus oksipital yang terdapat di bagian belakang. Selain itu terdapat otak kecil yang masih dibagi menjadi dua belahan.

Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang berpengatuh pada sistem kerja berbagai organ tubuh manusia. Otak bisa dibilang merupakan salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia, organ yang tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan miliaran sel saraf yang saling terhubung.

Bagian-bagian Otak

Otak dilindungi oleh lapisan pembungkus yang dinamaka selaput otak atau meninges dan tulang tengkorak, serta terhubung ke saraf tulang belakang. Dengan saraf tulang belakang, otak kemudian berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat (SSP). Sistem saraf ini bekerja sama dengan sistem saraf tepi yang memberi kemampuan manusia melakukan aktivitas.

  1. Otak Besar (Cerebrum)

Merupakan bagian terbesar dari otak, dibagi menjadi dua bagian yakni otak kanan dan otak kiri dengan fungsi masing-masing. Otak kanan untuk mengontrol pergerakan di sisi kiri tubuh dan otak kiri mengontrol gerakan di sisi kanan tubuh. Permukaan cerebrum disebut dengan cerebral cortex, merupakan area otak di mana sel saraf membuat koneksi atau sinaps.

Sinaps adalah sistem saraf yang mengendalikan aktivitas otak, sementara bagian dalam cerebrum mengandung sel-sel saraf berselubung (mielin) yang fungsiya menyampaikan informasi antara otak dan saraf tulang belakang. Otak besar ini masih dibagi menjadi empat bagian, berikut beberapa penjelasannya.

  • Lobus Frontal Otak

Merupakan bagian depan otak yang megendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori, emosi dan kepribadian. Bagian otak ini juga berperan dalam fungsi intelektual, seperti ketika manusia berpikir, menalar, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan melakukan perencanaan.

  • Lobus Parietal

Bagian atas otak yang berfungsi mengendalikan sensasi, seperti sentuhan, tekanan, nyeri hingga suhu. Bagian ini juga mengendalikan orientasi spasia atau pemahaman mengenai ukuran, bentuk dan arah.

  • Lobus Temporal

Bagian samping yang bertugas untuk mengendalikan indra pendengaran, emosi dan ingatan, bagian yang kiri juga memiliki peran tetapi hanya dalam fungsi bicara.

  • Lobus Oksipital

Merupakan bagian otak yang paling belakang, fungsi bagian ini sama pentingnya dengan bagian lain yakni mengendalikan fungsi penglihatan.

  • Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil berada di bawah otak besar, tepatnya di belakang otak, di bawah lobus oksipital dan juga terbagi menjadi dua bagian. Tanggung jawab otak kecil adalah mengendalikan gerakan, menjaga keseimbangan dan mengatur posisi serta koordinasi gerakan tubuh. Selain itu, bagian otak ini juga berperan dalam mengendalikan gerakan halus seperti melukis atau menulis.

  • Batang Otak

Merupakan seikat jaringan saraf yang terdapat di dasar otak, fungsi dari batang tak adalah sebagai stasiun pemancar yang menghubungkan otak besar ke sel saraf tulang belakang. Selain itu juga berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan antara berbagai bagian tubuh dan otak. Sama seperti lobus frontal otak, batang otak memiliki beberapa bagian.

Terdapat tiga struktur utama otak, di antaranya adalah otak tengah, pons dan medulla oblongata dengan masing-masing fungsi. Otak tengah menjadi pusat pengatur gerakan otot mata, pons terlibat dalam koordinasi gerakan mata dan otot wajah, pendengaran dan juga keeimbangan.

Tahap Perkembangan Motorik Bayi

Perkembangan anak usia dini melibatkan kemampuan mendapatkan keterampilan motorik halus dan motorik kasar. Meskipun kedua perkembangan motorik bayi tersebut melibatkan gerakan, ada perbedaan tersendiri yang perlu diketahui. Keterampilan motorik halus melibatkan gerakan kelompok otot kecil di tangan, jari, dan pergelangan anak. Di sisi lain, motorik kasar melibatkan pergerakan di kelompok otot yang lebih besar, seperti lengan dan kaki. Kelompok otot besar membantu bayi untuk dapat duduk,  berbelok, merangkak, dan berjalan. Kedua jenis keterampilan motorik tersebut akan membuat anak menjadi lebih mandiri. Keterampilan motorik halus khususnya sangat penting, mengingat kemampuan menggunakan otot lebih kecil di tangan dapat membuat anak melakukan rutinitas perawatan diri tanpa perlu bantuan ibu, seperti menggosok gigi, makan, menulis, dan mengganti pakaian.

Perkembangan motorik bayi, baik halus ataupun kasar, berkembang dalam laju yang berbeda dari satu bayi ke bayi lain. Beberapa anak mengembangkan keterampilan motorik lebih awal dibandingkan dengan yang lain, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat normal. Anak-anak biasanya akan mulai mendapatkan ketrampilan ini saat mereka berusia 1-2 bulan dan terus belajar keterampilan tambahan lewat preschool dan sekolah dasar. Keterampilan motorik halus yang paling penting untuk dikembangkan anak di antaranya adalah:

  • Palmar arches, agar telapak tangan dapat melengkung ke dalam. Memperkuat palmar arches dapat membantu koordinasi gerakan jari, yang dibutuhkan untuk aktivitas seperti menulis, membuka kancing baju, dan menggenggam benda.
  • Stabilitas pergelangan tangan yang berkembang di masa-masa awal sekolah. Hal ini penting agar anak dapat menggerakkan jari dengan kontrol dan kekuatan yang tepat.
  • Sisi tangan yang terampil, penggunaan ibu jari, telunjuk, dan jari lain bersamaan dengan genggaman yang presisi.
  • Perkembangan otot tangan intrinsic, kemampuan melakukan gerakan-gerakan kecil tangan, di mana ujung ibu jari, telunjuk, dan jari tengah bersentuhan.
  • Keterampilan tangan bilateral, untuk koordinasi kedua tangan pada waktu yang bersamaan.
  • Scissor skill, berkembang usia 4 tahun dan mengajarkan tentang kekuatan tangan dan koordinasi tangan-mata.

Pada usia 0-3 bulan, bayi akan mampu menempatkan tangan ke dalam mulut dengan tangan menjadi lebih relaks. Usia 3-6 bulan, anak dapat menggenggam tangan bersamaan, memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain, dan menggenggam serta menggoyangkan mainan menggunakan kedua tangan. Usia 6-9 bulan anak dapat meremas benda menggunakan kedua tangan mereka, saling menyentuh jari, memegang mainan menggunakan kedua tangan, dan menggunakan jari telunjuk untuk menyentuh sesuatu. Usia 9-12 bulan, anak dapat menyuapi diri mereka sendiri, mengambil benda menggunakan telunjuk dan ibu jari, dan membawa mainan menggunakan satu tangan. Usia 12 bulan hingga 2 tahun, anak dapat membangun menara balok, makan menggunakan sendok, membalik halaman buku, dan memegang krayon menggunakan ujung jari dan ibu jari. Usia 2-3 tahun, anak dapat membuka pintu, mencuci tangan, menggunakan sendok dan garpu dengan benar, menutup dan membuka wadah. Pada usia 3- 4 tahun, anak dapat membuka dan menutup kancing baju, menggunakan gunting untuk memotong kertas, dan melacak bentuk pada kertas.

Perkembangan motorik bayi, terutama motorik halus, berkembang secara alami bersamaan dengan anak mendapatkan keterampilan mengontrol dan mengkoordinasi tubuh. Penting untuk diingat bahwa beberapa anak akan mengembangkan keterampilan motorik halus lebih dini dan memiliki koordinasi yang lebih baik dibandingkan dengan anak lain. Anda juga tidak perlu khawatir apabila anak tidak berkembang secepat anak lain dengan usia yang sama.

Cara Memperbesar Payudara Tanpa Operasi? Olahraga Saja!

Payudara besar dan kencang menjadi impian bagi sebagian besar wanita. Selain untuk kepuasan diri sendiri, para istri juga menjadikan alasan tersebut untuk menyenangkan hati pasangannya.

Mengonsumsi suplemen dan penggunaan krim pembesar payudara adalah dua diantara ragam cara memperbesar payudara secara alami. Namun hingga kini belum ada bukti klinis yang membuktikan manfaat dari keduanya.

Salah satu cara memperbesar payudara yang sudah terbukti ampuh adalah berolahraga. Dengan melakukan gerakan olahraga tertentu, Anda bisa mendapatkan payudara besar dan kencang sekaligus manfaat kesehatan lainnya.

Bagaimana setiap orang memiliki ukuran payudara yang berbeda?

Karakteristik payudara yang besar didasarkan pada struktur tulang dan volume payudara, yang hanya bisa diturunkan secara genetika. Selain itu usia, gaya hidup, dan berat badan juga merupakan faktor kombinasi yang mempengaruhi.

Ukuran payudara meningkat ketika wanita menginjak usia pubertas, dan akan menurun ketika memasuki masa menopause. Sesaat sebelum menstruasi, payudara akan memebesar untuk sementara karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron.

Ukuran cup dan lingkar batang tubuh akan berubah bila Anda mengalami kenaikan atau penurunan berat badan sebanyak 9 kg. Wanita dengan badan gemuk cenderung memiliki ukuran payudara yang lebih besar.

Pembesaran payudara juga menjadi tanda kehamilan. Ketika seorang wanita hamil, estrogen, progesteron, dan prolaktin bekerja sama untuk merangsang pembesaran payudara dan produksi ASI. Payudara akan terus membesar selama kehamilan untuk mempersiapkan menyusui.

Olahraga untuk meningkatkan ukuran payudara

Faktanya olahraga tidak membantu membuat payudara lebih besar dan berisi. Namun olahraga yang berfokus pada latihan pengembangan dada efektif membentuk otot dada di bawah payudara, pungggung, dan bahu. Efek yang dihasilkan adalah payudara yang tampak lebih indah dengan postur tubuh yang menawan.

Cara memperbesar payudara dengan gerakan olahraga ini sangat sederhana dan mudah dilakukan. Anda bisa melakukannya sendiri tanpa harus ke gym, namun Anda harus tetap memperhatikan postur tubuh yang sesuai.

  • Wall press

Anda hanya perlu berdiri di depan dinding dan tidak membutuhkan alat tambahan lainnya. Bisa dikatakan gerakan ini mirip seperti gerakan push up namun dilakukan dengan berdiri.

Letakkan kedua tangan Anda ke dinding setinggi dada. Secara perlahan turunkan tubuh Anda sampai kepala hampir menyentuh dinding, dengan posisi kaki pada tempatnya.

Kembali ke posisi awal dan ulangi gerakan sebanyak 10 hingga 15 kali.

  • Arm circle

Arm circle adalah gerakan memutar lengan dengan posisi berdiri. Pertama-tama, rentangkan tangan setinggi bahu dengan kaki menutup rapat.

Putar kedua lengan ke belakang selama satu menit, setelah itu ke depan selama satu menit. Kemudian gerakkan lengan ke atas dan bawah selama satu menit. Ulang satu atau dua kali dengan jeda diantaranya.

Anda bisa melakukan gerakan ini sambil memegang barbel atau pemberat lain seperti kaleng makanan, atau botol berisi pasir untuk sekaligus melatih otot lengan Anda.

  • Arm presses

Anda bisa melakukan gerakan ini dengan posisi duduk atau berdiri. Setelah memilih waktu yang nyaman, ikuti langkah berikut:

  • Ulurkan kedua tangan ke depan dengan kedua telapak tangan menyatu
  • Buka lengan sampai berada di belakang punggung, dan tekuk sedikit punggung Anda
  • Gunakan pemberat atau resistance band untuk mempercepat efek yang diinginkan
  • Lakukan gerakan ini selama satu menit
  • Prayer pose
  • Berdiri tegak lalu ulurkan tangan dengan kedua telapak tangan menutup
  • Tekuk siku 90 derajat ke arah badan lalu buatlah posisi tangan seperti berdoa, tahan posisi selama 10 detik
  • Kembali ke posisi semula, dan ulangi gerakan sebanyak 15 kali
  • Horizontal chest press
  • Ulurkan lengan lalu tekuk 90 derajat
  • Buka lengan selebar mungkin dan satukan kembali. Lakukan gerakan ini selama satu menit
  • Beristirahatlah di setiap akhir sesi dan ulangi minimal 1 set
  • Chest press extensions

Untuk melakukan gerakan ini, Anda membutuhkan pemberat seperti barbel atau alternatif pemberat lainnya.

  • Atur posisi telentang dengan kaki menekuk
  • Pegang barbel di kedua tangan dan atur sejajar dengan bahu
  • Angkat barbel secara perlahan dan turunkan kembali. Pertahankan siku Anda dan buat gerakan lambat dan terkontrol.
  • Lakukan 3 set masing-masing 12 kali
  • Push up

Push up juga dapat melatih otot dada serta lengan. Buatlah posisi push up dengan bertumpu pada lutut, dan lakukan sebanyak 3 set masing-masing 12 kali.

Menyertai olahraga dengan menjaga pola makan merupakan cara memperbesar payudara yang efektif. Namun ingat bahwa butuh hasil yang didapatkan tidak akan terlihat secara langsung.

Ini Macam-Macam Pil KB untuk Jerawat

Penggunaan pil KB untuk jerawat sudah banyak digunakan oleh para wanita. Secara khusus, pil KB kombinasi yang menggabungkan hormon estrogen dan progesteron di dalamnya lebih efektif untuk mengatasi jerawat.

Sebenarnya, penggunaan pil KB untuk jerawat bukanlah hal yang berbahaya. Bahkan, ada banyak manfaat yang didapat untuk masalah jerawat Anda dengan penggunaan secara teratur. 

Akan tetapi, bila tidak digunakan dengan bijak, pil KB juga bisa menimbulkan efek samping dan resiko berbahaya. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakannya. 

Macam-macam pil KB untuk jerawat

Tidak semua jenis pil KB efektif untuk mengobati jerawat. Berdasarkan penelitian, jenis-jenis pil KB yang efektif untuk mengatasi jerawat antara lain: 

  • Ortho Tri-Cyclen

Pil KB yang satu ini menggunakan hasil kombinasi estrogen dan progestin yang disebut dengan norgestimate. Pil ini tersedia di apotek dengan dosis progestin yang berbeda-beda.

Untuk informasi, progestin adalah bentuk dari hormon progesteron yang dibuat oleh manusia. 

  • YAZ

Jenis pil KB ini menggabungkan drospirenone dan ethinyl estradiol. Drospirenon adalah hormon sintetis buatan manusia.

Meski efektif mengobati jerawat, drospirenon pada YAZ dipercaya bisa meningkatkan resiko pembekuan darah dibandingkan dengan pil KB jenis lainnya. 

  • Estrostep

Estrostep mengombinasikan hormon estrogen dengan progestin yang menghasilkan norethindrone. Tidak hanya itu, pil KB ini juga menggabungkan ethinyl estradiol dan ferrous fumarate. Dosis estrogen pada pil KB jenis ini berbeda-beda untuk setiap merek. 

Menurut penelitian, pil KB kombinasi secara khusus mampu mengobati jerawat yang meradang ataupun tidak. Selain kedua masalah jerawat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan efektivitas penggunaan pil KB. 

Siapa saja yang bisa menggunakan pil KB untuk jerawat?

Tidak semua orang bisa mengatasi masalah jerawatnya dengan mengonsumsi pil KB. Secara khusus, metode pengobatan jerawat ini hanya ditargetkan untuk wanita dengan kondisi jerawat sedang yang telah berusia minimal 14-15 tahun.

Penyesuaian usia untuk konsumsi pil KB berbeda-beda, tergantung merek yang memproduksi pil KB tersebut. Selain itu, pengobatan jerawat dengan cara ini hanya dianjurkan bagi wanita yang sudah mengalami menstruasi dan memerlukan kontrasepsi.

Anda mungkin baru bisa merasakan efek positif pada jerawat Anda setelah menggunakan pil KB selama beberapa bulan. Pada awal pertama mengonsumsi pil KB, Anda mungkin akan mengalami pertumbuhan jerawat. Hal ini merupakan kondisi yang wajar.

Cara kerja pil KB dalam mengobati jerawat

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami pertumbuhan jerawat, salah satunya faktor hormon. Hormon androgen yang dihasilkan oleh ovarium dan kelenjar adrenal bisa mempengaruhi produksi sebum. Produksi hormon yang berlebih akan memicu sebum yang berlebih pula, dan menyebabkan jerawat.

Sebum adalah minyak yang diproduksi oleh kelenjar pada kulit Anda. Sebum yang berlebih bisa menyumbat pori-pori, membuat terjadinya pertumbuhan bakteri yang menyebabkan jerawat. 

Dalam pil KB kombinasi, terdapat kandungan hormon estrogen dan progestin atau hormon progesteron sintetis. Kedua hormon ini bisa membantu dalam menurunkan level hormon androgen.

Menurunnya level hormon androgen berdampak pula pada produksi sebum yang menurun. Dengan begitu, pertumbuhan jerawat pun dapat dihindari. 

Pengobatan jerawat dengan pil KB untuk jerawat bergantung pada kadar hormon dalam pil KB tersebut. Karena itu, jerawat yang bisa diobati adalah jerawat yang disebabkan oleh hormon Anda.

Mendeteksi Ciri Awal Bayi Autis

Gangguan spektrum austime (GSA) menjadi ketakutan tersendiri bagi tiap orang tuanya. Pasalnya, anak-anak dengan gangguan ini menjadi sulit bersosialisasi karena adanya masalah perkembangan saraf maupun kemampuan untuk berkomunikasi. Sayangnya, banyak orang tua terlambat menyadari kondisi autisme anak sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.

Padahal, autism sudah dapat dideteksi sedari dini. Bayi-bayi autis cenderung memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali sejak mereka berusia tiga bulan. Di mana gejala awal tersebut dapat terus berlanjut dan bertambah para seiring bertambahnya usia bayi autis.

Berikut ini adalah beberapa gejala dini yang bisa Anda tangkap pada bayi autis. Ciri-ciri yang dapat Anda kenali tersebut tidak mengarah pada pertumbuhan fisik, melainkan pada gangguan perkembangan kognitif yang dapat dianalis dari gejala-gejala ini.

  1. Tidak Membalas Senyuman

Bayi sudah mulai bisa tersenyum secara sosial sejak berumur tiga bulan. Pada usia tersebut, bayi cenderung akan ikut tersenyum apabila Anda atau ada seseorang yang melemparkan senyum kepadanya. Namun, bayi autis cenderung tidak akan membalas senyum yang diberikan oleh orang lain.

  • Sulit Kontak Mata

Anda akan sulit mengadakan kontak mata dengan bayi autis. Ia cenderung melihat ke arah lain, walaupun Anda sudah berusaha berkomunikasi mata dengannya. Padahal seharusnya, bayi-bayi normal akan tertarik dengan wajah khususnya bagian mata seseorang.

  • Tertarik Objek Diam

Seharusnya bayi berusia 3 bulan ke atas lebih menyukai aktivitas gerakan untuk ia lihat. Namun pada bayi autis, manusia atau benda yang bergerak cenderung diabaikannya. Ia lebih menyukai menatap objek yang diam, seperti selimut ataupun bantal.

  • Tidak Peka Suara

Bayi umumnya lebih sensitif terhadap suara. Suara kecil bisa sangat mengusiknya, apalagi jenis suara yang keras. Akan tetapi, hal ini tidak terjadi pada bayi autis. Bayi yang memiliki gangguan spektrum autisme tidak peka pada suara. Bahkan ketika ada yang berteriak di dekatnya, ia mungkin tidak akan mengeluarkan reaksi.

  • Malas Mengoceh

Bayi mulai bisa mengoceh lebih panjang pada usia 4—6 bulan. Pada rentang waktu tersebut, bayi cenderung cerewet dengan mengoceh seakan mengajak Anda mengobrol. Hal ini lumrah karena menjadi bagian dari proses belajarnya untuk bersosialisasi. Justru Anda patut curiga kepada bayi yang sulit atau malas untuk mengoceh pada usia 4—6 bulan karena itu merupakan gejala awal dari bayi autis.

  • Sulit Menggenggam

Bayi autis cenderung akan sulit untuk memegang atau menggenggam sesuatu. Padahal, seharusnya sejak usia tiga bulan, anak bayi akan lebih aktif meraba, memegang, dan menggenggam benda-benda yang ada di sekitarnya. Apabila anak Anda mengamai kesulitan untuk menggenggam ini, waspadalah dan cobalah memeriksakan kondisi kognitif anak Anda ke dokter.

  • Jarang Menanggapi Nama

Bayi biasa mulai bisa mengenali nama mereka sejak usia enam bulan. Ketika menginjak usia 12 bulan, ia sudah sangat peka akan namanya dan akan selalu menanggapi tiap kali Anda memanggil namanya. Namun, tidak demikian dengan bayi autis. Bayi yang memiliki gangguan spektrum autisme akan jarang menanggapi ketika ada seseorang yang memanggil nama mereka.

  • Terbatas Menunjuk

Bayi normalnya memiliki kecenderungan menunjuk sesuatu yang menarik minat mereka dengan jari-jemarinya. Ia akan lebih aktif untuk menunjuk dengan jari ketika usianya sudah menginjak 12 bulan. Aktivitas menunjuk inilah yang terbatas dilakukan oleh bayi autism. Bayi-bayi dengan  spektrum tersebut cenderung pasif melakukan gerakan menunjuk sehingga Anda akan sulit melihat apa yang menjadi ketertarikan mereka.

***

Apabila anak Anda menunjukkan gejala-gejala bayi autis, jangan ragu untuk ke dokter dan meminta diadakan skrining untuk diagnosis yang lebih pasti. Skrining untuk mendeteksi bayi autis sendiri sudah dapat dilakukan sejak bayi berusia 9 bulan.

Ingin Menurunkan Berat Badan? Cobalah Manfaat Air Ketumbar

Siapa sangka jika ketumbar, sebagai bumbu dapur yang berukuran mungil ini, memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu manfaat dari rempah-rempah ini ternyata menurunkan berat badan secara alami. Khasiat itu bisa didapat dari manfaat air ketumbar atau disebut pula sebagai air rendamannya.

Khasiat ini didapat lantaran biji k.etumbar merangsang enzim di sistem pencernaan manusia. Jika enzim itu aktif, ia membantu meningkatkan sistem pencernaan kita. Selain itu, biji-biji ketumbar juga merupakan sumber serat yang bai dalam mempromosikan penurunan berat badan.

Penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat air ketumbar untuk menurunkan berat badan ada di ulasan berikut ini:

Sebuah fakta mengungkapkan bahwa nilai gizi biji ketumbar sungguh menakjubkan. Biji ketumbar mengandung enam jenis asam, termasuk vitamin C (asam askorbat), dan jenis mineral serta vitamin yang berbeda. Masing-masing memiliki manfaat untuk kesehatan.

Selain itu, penelitian telah menunjukkan mengonsumsi air ketumbar bisa menurunkan berat badan secara efektif. Ketika usus tidak berfungsi dengan baik, hal itu bisa memperlambat laju metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Sistem pencernaan yang baik adalah kunci penurunan berat badan. Pencernaan yang buruk dapat menyebabkan penambahan berat badan, karena kita tidak dapat menyerap dan mengasimilasi nutrisi kita dengan benar.

Manfaat air ketumbar juga berfungsi sebagai minuman detoksifikasi. Detoksifikasi membantu menghilangkan semua racun berlebih dan membantu Anda merasa ringan dan berkontribusi pada penurunan berat badan.

Rendaman air biji ketumbar akan membantu tubuh dalam menumpahkan kelebihan berat air, dengan cara yang sehat dan alami. Jika Anda ingin membeli biji ketumbar sendiri, pilih benih yang tumbuh secara organik dan terlihat segar.

Namun, bila Anda memanennya, usahakan memetiknya saat sudah hijau. Idealnya, kepala biji harus memiliki sedikit tangkai. Kemudian, simpan benih dengan tangkai ke dalam kantong kertas cokelat selama beberapa hari. Tunggu sampai berwarna kecokelatan dan benar-benar kering. Setelah kering, Anda dapat menyimpannya dalam wadah kedap udara untuk mencegah lembab dan menggumpal.

Cara Membuat Rendaman Air Biji Ketumbar untuk Menurunkan Berat Badan

Berikut cara medapatkan manfaat air ketumbar untuk mendukung program penurunan berat badan.

– Pertama, ambil satu sendok makan biji ketumbar dan masukkan ke dalam rebusan air.

– Tunggu selama sekitar satu menit hingga mendidih.

– Kemudian, tiriskan air rebusan dan biarkan sampai dingin.

– Simpan air rendaman biji ketumbar tadi selama semalaman dan saring airnya di pagi hari.

– Setelah itu, minum rendaman air biji ketumbar secara rutin.

Selain biji ketumbar, Anda juga bisa menggunakan daun ketumbar untuk membantu menurunkan berat badan. Ada dua cara sederhana untuk membuat minuman detoksifikasi dari daun ketumbar. Untuk ibu hamil atau memiliki riwayat penyakit kronis sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli medis terlebih dahulu.

Berikut dua langkahnya:

1. Rendam sekitar 10-20 daun ketumbar di dalam air semalaman. Saring dan minum keesokan paginya saat kondisi  perut kosong. Anda juga dapat menambahkan satu sendok makan jus lemon agar manfaatnya lebih optimal.

2. Cuci daun ketumbar lalu blender. Tambahkan setengah cangkir air hangat, satu sendok makan jus lemon dan madu secukupnya. Mulailah mengonsumsi ramuan ini dengan perut kosong setiap pagi.

***

Tak hanya untuk kesehatan, ternyata manfaat air ketumbar juga dapat membantu proses penurunan badan seseorang. Dengan mengonsumsi air rendaman ketumbar secara teratur, hal itu akan membuat tubuh Anda langsing, melancarkan pencernaan, mencegah pilek dan flu, serta mengobati menstruasi tidak teratur.

Inilah Diagnosis yang Dilakukan untuk Mendeteksi Gastroparesis

Gastroparesis merupakan gangguan motilitas (gerakan otot) lambung yang tidak normal, bisa jadi melambat atau tidak bekerja sama sekali. Akibatnya makanan yang masuk ke dalam lambung tidak dicerna dengan baik. Biasanya gastroparesis disebabkan kerusakan saraf atau penyakit tertentu seperti diabetes. Agar tak salah diagnosis dengan jenis penyakit lambung lainnya, dibutuhkan beberapa tes yang digunakan untuk memastikan dan memperkuat dugaan. Berikut ini diagnosis yang dilakukan jika terdapat tanda-dan gejala gastroparesis:

  • Tes darah

Pada dasarnya, tes darah tidak dapat dijadikan untuk mendiagnosis gastroparesis, namun tes ini dapat membantu memberikan penilaian umum kondisi tubuh seperti kondisi gizi pasien. Dengan demikian, kemungkinan penyakit lainnya yang berhubungan dengan gastroparesis bisa dideteksi melalui tes darah. 

  • Foto polos barium

Tes ini digunakan untuk mengetahui karakteristik struktural atau fungsional lambung. Penderita diberikan cairan barium untuk ditelan sehingga srtruktur akan nampak saat dilihat melalui rontgen. Dokter akan menilai bagaimana barium saat melewati saluran pencernaan.

Beberapa orang akan merasakan mual dan muntah setelah 30 menit cairan barium ditelan. Hipersensitivitas terhadap cairan barium juga mungkin terjadi meskipun kasusnya sangat kecil. 

  • Tes pengosongan isi lambung

Metode ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan pengosongan lambung sehingga dokter bisa mendeteksi apakah lambung berfungsi dengan baik atau tidak. Tes pengosongan isi lambung dapat dilakukan melalui dua cara, diantaranya:

  • Scintigraphy

Pasien diminta untuk mengonsumsi makanan seperti telur atau roti panggang yang telah ditambahkan sedikit bahan radioaktif. Pemindai yang akan mendeteksi pergerakan radioaktif diletakkan di atas perut sehingga mampu memantau laju makanan saat meninggalkan lambung. Biasanya dokter menyarankan untuk tidak mengonsumsi obat yang memperlambat pengosongan lambung serta obat lainnya yang sejenis.

  • Tes pernapasan

Metode ini juga mengharuskan Anda mengonsumsi makanan jenis padat atau cair. Makanan tersebut berisi zat tertentu yang nantinya akan diserap tubuh kemudian zat akan dideteksi melalui napas. Sampel napas akan dikumpulkan selama beberapa jam dan diukur berapa banyaknya. Tes pernapasan dapat menunjukkan seberapa cepat sistem pencernaan mengosongkan lambung.

  • Tes kapsul nirkabel

Sebuah kapsul yang berfungsi mengirimkan data diberikan kepada pasien untuk dikonsumsi. Kapsul akan berada di tubuh pasien selama satu atau dua hari untuk mengetahui kondisi pencernaan. Nantinya informasi yang berasal dari kapsul akan diinterpretasikan oleh ahli radiologi. Kapsul biasanya digunakan sekali pakai dan dikeluarkan secara alami oleh tubuh.

  • Endoskopi saluran pencernaan bagian atas

Kerongkongan, lambung, dan duodenum akan diperiksa sehingga diketahui kondisi keseluruhan melalui gambar. Kamera kecil di ujung tabung panjang akan dimasukkan ke saluran pencernaan atas sehingga mampu bergerak secara fleksibel. Tak hanya gastroparesis, tes ini juga bisa digunakan untuk memeriksa kondisi lain seperti tukak lambung yang memiliki gejala hampir mirip dengan gastroparesis.

  • Ultrasound

Tes ini menggunakan teknik gelombang suara frekuensi tinggi yang diterjemahkan untuk menggambarkan struktur dalam tubuh. Ultrasound membantu membantu mendiagnosis penyakit lain yang mungkin berhubungan dengan gastroparesis seperti yang terdapat pada ginjal atau kandung empedu. Jika dibandingkan dengan tes pemindaian lainnya, ultrasound cenderung lebih terjangkau dari segi biaya dan termasuk dalam golongan tes non-invasif atau tidak merusak jaringan. Tes gastroparesis dipilih berrdasarkan kondisi pasien serta harus dilakukan di bawah pengawasan dokter dan radiologis. Jika dokter sudah mengetahui penyebab penyakit, maka penanganan akan disesuaikan dengan penyebab tersebut. Anda juga harus menjaga pola makan karena sangat memengaruhi penanganan.

Atasi Kurap dengan Obat Antijamur dan Salep Kurap

Rasa gatal dan bercak kurap di tubuh terkadang menimbulkan kekhawatiran dan keresahan pada kebanyakan orang. Kurap merupakan infeksi jamur pada kulit dan dapat muncul di bagian kulit mana saja, termasuk pada kulit kepala. Sebagian besar orang biasanya akan mencari cara penanganan kurap yang alami dan dapat dilakukan di rumah. Namun, saat kurap tidak kunjung membaik, beberapa orang mulai beralih pada apotek yang jual obat kurap.

Apotek yang jual obat kurap biasanya memiliki efek yang lebih kuat dan jauh lebih praktis daripada bahan-bahan alami yang terkadang masih perlu untuk diolah. Tidak semua salep kurap dapat dibeli di pasaran. Beberapa harus menggunakan resep dokter. 

Jika salep kurap yang dijual di pasaran masih kurang ampuh, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep salep kurap dengan efek yang lebih kuat. Namun, untuk kurap pada kulit kepala, salep kurap tidak akan mempan dan Anda akan diminta untuk mengonsumsi obat antijamur dan menggunakan sampo antijamur.

Mengobat kurap dengan obat antijamur

Biasanya, untuk penyakit kurap yang ringan, Anda hanya membutuhkan salep kurap saja. Namun, jika kurap yang diderita parah, terdapat di kulit kepala, atau muncul di beberapa daerah kulit. Anda akan diminta untuk mengonsumsi obat antijamur, beberapa obat antijamur yang biasanya diberikan oleh dokter adalah:

  • Griseofulvin

Obat antijamur ini mungkin dapat menimbulkan efek samping berupa muntah, mual, diare ringan, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Saat mengonsumsi griseofulvin, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol dan harus menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Penderita harus mengonsumsi griseofulvin selama 8 – 10 minggu.

  • Itraconazole

Penderita penyakit hati, anak-anak, dan orang berusia lanjut tidak boleh mengonsumsi obat ini. Serupa dengan griseofulvin, itraconazole juga dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan pencernaan, diare, muntah, mual, dan sakit kepala. Obat ini biasanya dalam bentuk pil dan harus dikonsumsi selama tujuh atau 15 hari.

  • Terbinafine

Obat terbinafine ini juga cukup manjur untuk mengatasi kurap dan memiliki efek samping yang ringan dengan durasi yang singkat. Efek samping yang mungkin akan dialami saat mengonsumsi obat ini adalah diare, muncul ruam-ruam, gangguan pencernaan, mual, dan muntah. Perlu diketahui bahwa obat ini tidak dapat dikonsumsi oleh penderita lupus dan penyakit hati. Obat terbinafine diberikan dalam bentuk tablet dan harus dikonsumsi selama empat minggu dengan takaran satu kali sehari.Jika kurap yang dialami tidak parah, penderita tidak perlu mengonsumsi obat antijamur dan dapat mengobati kurap dengan salep kurap. Salep kurap biasanya mengandung clotrimazole, miconazole, ketoconazole, terbinafine, dan sebagainya. Salep kurap tidak hanya berbentuk krim, tetapi ada juga yang dapat disemprot, berbentuk gel atau bubuk. Penggunaan salep kurap biasanya berlangsung 2 – 4 minggu untuk memastikan bahwa jamur sudah mati dan tidak akan muncul kembali. Saat Anda membeli dan menggunakan salep kurap, selalu pastikan untuk membaca keterangan dan petunjuk pemakaian pada salep kurap. Simak tips seputar kesehatan di SehatQ.com untuk cari tahu mengatasi masalah kulit.

Perlukah Orang Dewasa Mendapat Imunisasi IPV?

Imunisasi IPV atau Inactivated Polio Vaccine merupakan vaksin polio yang digunakan untuk mencegah dari penularan virus polio. Infeksi virus polio atau poliomielitis pernah menjadi wabah di berbagai dunia dan menjadi salah satu penyebab kecacatan di Amerika Serikat.

Sejarah singkat imunisasi IPV

Pada tahun 1995, vaksin polio pertama kali diperkenalkan dalam bentuk oral atau tetes yang disebut dengan imunisasi OPV (Oral Polio Vaccine). Bentuk vaksin ini berasal dari virus polio hidup yang diberikan ke manusia untuk mencegah poilo.

Namun pada tahun berikutnya, beberapa kasus polio justru disebabkan dari pemberian vaksin tersebut.

Setelah kejadian itu, pada tahun 2000 imunisasi IPV diresmikan sebagai vaksin utama pencegahan polio. Vaksin IPV lebih aman dari OPV karena berasal dari bentuk virus polio yang tidak aktif (mati) dan tidak dapat menyebabkan polio.

Imunisasi IPV diberikan dengan cara disuntik di area lengan atau tungkai.

Kapan imunisasi IPV wajib diberikan?

Vaksin polio menjadi salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada usia kanak-kanak. CDC menyarankan anak-anak mendapat satu dosis vaksin polio yang diberikan setiap usia 2, 4, 6, dan 18 bulan.

Vaksinasisi polio biasanya dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin lain.

Perlukah orang dewasa mendapat vaksin polio?

Vaksinasi polio rutin tidak dianjurkan untuk usia 18 tahun ke atas. Namun bagi orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin polio sebelumnya disarankan untuk segera mendapat imunisasi.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang mewajibkan orang dewasa untuk divaksinasi, yaitu:

  • Orang dengan riwayat infeksi klinis
  • Wisatawan yang ingin bepergian ke belahan dunia lain dimana penyakit polio masih banyak terjadi
  • Pekerja atau peneliti di laboratorium yang menangani spesimen yang mungkin mengandung virus polio
  • Petugas kesehatan yang merawat pasien polio
  • Siapa saja yang memiliki kontak langsung dengan penderita polio

Orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi polio harus mendapat tiga dosis vaksinasi lengkap yang dapat dicapai dengan imunisasi IPV, OPV, atau keduanya. Pemberian dosis meliputi:

  • Dosis pertama dapat diberikan kapan saja
  • Dosis kedua diberikan 1 sampai 2 bulan setelah pemberian pertama
  • Dosis ketiga diberikan 6 sampai 12 bulan setelah vaksinasi kedua

Orang dewasa dalam kategori di atas yang telah mendapatkan 1 atau dua dosis vaksinasi tetap harus menyelesaikan rangkaian vaksinasi lengkap tanpa perlu mengulangi pemberian dosis yang sebelumnya.

Orang dewasa yang berisiko tinggi terpapar polio dan telah menyelesaikan vaksinasi lengkap juga harus mendapat satu dosis imunisasi IPV penguat seumur hidup.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui yang berisiko tinggi terinfeksi virus polio juga disarankan mendapat imunisasi.

Hingga kini belum ada bukti klinis bahwa pemberian vaksin polio dapat membahayakan ibu hamil, bayi, ataupun janin. Namun vaksinasi harus dilakukan sesuai dengan rekomendasi dokter.

Waktu yang tepat untuk mendapat imunisasi IPV

Waktu terbaik untuk mendapat suntikan imunisasi adalah ketika kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Jika Anda dalam kondisi sakit sedang atau parah, maka tunggulah hingga Anda benar-benar sembuh.

Beberapa kondisi ini diperbolehkan mendapat imunisasi IPV meski dalam kondisi tidak sehat:

  • Diare
  • Penyakit pernapasan atas ringan dengan atau tanpa demam, seperti pilek
  • Reaksi lokal ringan sampai sedang terhadap dosis vaksin sebelumnya
  • Sedang dalam fase pemulihan dari penyakit akut
  • Orang yang sedang menjalani terapi mikroba

Mereka yang memiliki alergi parah terhadap antibiotik juga disarankan untuk berhati-hati dalam menerima vaksin. Sebelum diimunisasi, tanyakan pada pelayan kesehatan mengenai kandungan vaksin untuk mencegah reaksi alergi.

Anda juga tidak disarankan mendapat vaksin polio jika sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa.

Catatan

Di Indonesia, baik imunisasi IPV dan OPV digunakan untuk mencegah infeksi virus polio. Meski saat ini Indonesia berstatus bebas polio, imunisasi rutin diperlukan untuk mempertahankan status tersebut dan mencegah wabah polio kembali merebak.

Mengenal Radioterapi, Pengobatan Kanker Payudara dengan Sinar X

Kanker payudara merupakan penyakit paling mematikan bagi wanita. Terdapat pilihan perawatan dalam pengobatan kanker payudara. Beberapa pengobatan bersifat lokal atau tidak mempengaruhi anggota tubuh lainnya, salah satunya radioterapi.

kanker


Radioterapi atau terapi radiasi merupakan cara yang efektif dan tepat sasaran dalam menghancurkan sel kanker di payudara. Sel kanker lebih rentan terhadap sinar X atau partikel yang dihasilkan melalui radioterapi.
Cara kerja terapi radiasi dalam pengobatan kanker payudara
Terdapat dua jenis terapi radiasi yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara:
Terapi radiasi internal (brachytherapy)
Radioterapi internal menggunakan sebuah benda yang dimasukkan ke dalam payudara yang akan menghantarkan radiasi ke jaringan tempat sel kanker tumbuh.

Terapi ini diberikan di ruang operasi setelah pembedahan dilakukan, atau diberikan di Departemen Terapi Radiasi selama 5 sampai 7 hari sebagai rawat jalan.

Kini banyak wanita yang memilih opsi radiasi internal bila terdeteksi kanker payudara cukup awal. Jenis terapi radiasi ini juga memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada terapi radiasi eksternal.

Terapi radiasi eksternal
Jenis terapi ini disebut sebagai radioterapi tradisional atau keseluruhan. Sinar X akan dipancarkan melalui mesin radiasi ka area kanker dan berlangsung selama dua hingga tiga menit.
Kapan dan mengapa harus melakukan terapi radiasi?
Terapi radiasi digunakan secara tunggal atau sebagai perawatan tambahan dalam pengobatan kanker payudara. Bila Anda menerima kemoterapi, radiasi dilakukan setelah perawatan kemoterapi selesai.
Bila Anda diharuskan menerima radiasi setelah operasi, terapi akan dilakukan setelah situs operasi sembuh yang memakan waktu sekitar satu bulan atau lebih.
Terapi radiasi berfungi mencegah kekambuhan setelah operasi atau tindakan medis lain, serta mengurangi rasa sakit dan gejala kanker payudara stadium lanjut lainnya.
Radioterapi juga harus dilakukan bila:
Tumor payudara yang tidak bisa diangkat dengan operasi
Sel kanker payudara telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang atau otak
Kanker payudara agresif (inflamasi) yang menyebar ke seluruh saluran getah bening pada kulit yang menutupi payudara. Wanita yang mengalami kanker jenis ini akan menerima kemoterapi sebelum operasi masektomi, dan diikuti dengan radioterapi untuk mencegah kekambuhan.
Benarkah terapi radiasi berbahaya?
Setiap perawatan memiliki efek samping, termasuk radioterapi. Banyak beredar mitos seputar pengobatan kanker payudara dengan terapi radiasi, namun sebagian besarnya merupakan mitos yang dilebih-lebihkan.
Salah satu yang paling ditakuti adalah sinar yang dipancarkan sama seperti jenis radiasi pada bom atau raktor nuklir. Padahal radiasi terapeutik tidak berkaitan sama sekalin dengan pancaran radiasi pada kedua benda mematikan tersebut.
Radiasi terapeutik dalam pengobatan kanker payudara sangat terfokus dan terkontrol sehingga aman dilakukan.
Efek samping terapi radiasi dalam pengobatan kanker payudara
Setiap wanita yang menjalani terapi radiasi cenderung mengalami efek samping yang berbeda-beda. Efek samping yang umum terjadi meliputi:
Pembengkakan payudara
Iritasi kulit pada area yang diberikan radiasi, meliputi kemerahan, kulit gelap, atau kulit mengelupas
Kelelahan
Terapi radiasi juga bisa menyebabkan efek jangka panjang seperti:
Payudara berukuran lebih kecil dan terasa kencang
Pada ibu hamil dan menyusui akan mengalami masalah dalam menyusui
Berisiko mengalami kerusakan pada saraf di lengan (plexopathy brachial) sehingga menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kelemahan pada bahu, lengan, dan tangan
Menyebabkan limfedema, kondisi bengkak dan nyeri di lengan atau dada
Untuk mengatasi efek samping selama perawatan, gunakanlah bra dan pakaian berbahan katun dan agak longgar untuk mencegah nyeri yang ditimbulkan.
Perawatan kulit seperti body lotion atau deodoran mungkin dapat menimbulkan ketidak nyamanan pada area yang dirawat, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.
Catatan
Ketika Anda disarankan untuk melakukan radioterapi sebagai pengobatan kanker payudara, diskusikan segala hal mulai dari persiapan hingga efek samping jangka panjang yang dapat ditimbulkan.
Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang diperlukan, termasuk mitos seputar terapi radiasi yang sering didengar.