7 Gejala Penyerta dari Badan Terasa Panas

Demam akan menyebabkan badan terasa panas. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Selama demam Anda tidak mencapai 39,4 derajat Celcius dan tidak disertai kejang atau muntah, Anda sebenarnya bisa mengobatinya di rumah dengan memperbanyak istirahat, mengonsumsi lebih banyak air, serta memberi kompres basah pada beberapa bagian tubuh. 

image Demam

Hanya saja memang, Anda pasti tidak akan merasa nyaman selama demam. Bukan hanya badan terasa panas, berbagai gejala penyerta akan Anda rasakan dan membuat Anda tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa. 

Apa saja gejala penyerta yang biasanya datang bersama demam? Berikut ini adalah beberapa gejala umum yang hadir bersamaan dengan badan terasa panas yang meningkat. Pernahkan Anda mengalaminya?

  • Menggigil 

Pada saat yang bersamaan ketika badan terasa panas, Anda sangat mungkin merasakan kedinginan yang ekstrem. Bahkan keringat yang keluar dari tubuh Anda bisa jadi terasa dingin. Rasa dingin yang parah inilah pada akhirnya akan membuat Anda menggigil sampai menggemeretakkan gigi. Cobalah untuk melingkupi diri dengan selimut tipis dan memasang kaus kaki untuk mengurangi rasa menggigil tersebut. Namun jika sudah merasa panas, segera lepaskan segala atribut tersebut agar suhu tubuh tidak semakin meningkat. 

  • Berkeringat 

Berkeringat merupakan proses yang wajar dilakukan tubuh untuk mengeluarkan panas berlebih. Bukan hanya ketika demam, pada saat Anda berolahraga atau makan pun, tubuh bisa mengeluarkan keringat. Namun saat badan terasa panas, keringat yang keluar akan lebih banyak. Ini merupakan upaya tubuh Anda untuk menurunkan suhu tubuh yang terlalu tinggi. Semakin tinggi demam Anda, keringat yang keluar pun akan semakin banyak. 

  • Sakit Kepala 

Tidak jarang orang yang mengalami demam akan merasakan sakit kepala. Umumnya, sakit kepala dirasakan pada penderita demam tinggi di atas 38 derajat Celsius. Gejala penyerta ini terjadi karena ketika badan terasa panas, saraf pusat akan ikut terganggu sehingga Anda mudah mengalami pusing dan sulit berkonsentrasi. 

  • Badan Lemas 

Badan terasa panas atau demam akan membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan. Tidak hanya itu, demam yang merupakan respons tubuh melawan infeksi juga memerlukan banyak energi untuk memperkuat perlawanannya. Jadilah pada saat sedang demam, Anda akan merasa tubuh terasa lemas karena energi yang ada terpakai lebih banyak untuk melawan infeksi di dalam tubuh. 

  • Dehidrasi 

Anda mudah merasa haus ketika sedang demam? Hal tersebut merupakan kondisi yang wajar. Lebih banyak keringat yang keluar ketika badan terasa panas lah yang membuat dehidrasi lebih mudah terjadi. Karena itulah ketika Anda demam dan malas untuk minum, Anda akan mengalami dehidrasi parah yang bisa membuat gejala lain, seperti sakit kepala dan menggigil, semakin meningkat. 

  • Nyeri Otot 

Saat badan terasa panas, artinya tubuh sedang mengalami infeksi atau peradangan. Peradangan itu sendiri umumnya akan menimbulkan nyeri di bagian tubuh tertentu, khususnya di bagian otot. Jadi, tidak perlu heran jika ketika mengalami demam, Anda juga mudah merasakan nyeri otot. Rasa nyeri bahkan akan terasa lebih parah ketika tersentuh benda ataupun dipegang oleh orang lain. 

  • Nafsu Makan Berkurang 

Anda akan merasa lebih mudah lelah ketika sedang demam. Disaat yang bersamaan, badan terasa panas membuat kinerja otak dan saraf tidak maksimal, termasuk dalam merespons rasa lapar. Alhasil, penderita demam akan malas untuk makan. Nafsu makan yang berkurang ini sebenarnya tidak dibenarkan. Soalnya ketika demam, tubuh justru sedang membutuhkan lebih banyak asupan energi untuk melawan penyebab infeksi. 

Gejala-gejala penyerta dari badan terasa panas di atas tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun jika Anda sudah menemui gejala kejang, muntah, ataupun sensitif terhadap cahaya; segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat pereda panas yang sesuai kebutuhan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *