Berapa Banyak Anda Perlu Konsumsi Protein Setiap Harinya?

Jumlah konsumsi protein harian yang direkomendasikan untuk setiap orang beragam. Asupan Referensi Diet (DRI) adalah 0,8 gram protein per kilogram berat tubuh, atau 56 gram per hari untuk pria yang tidak banyak bergerak, dan 46 gram per hari untuk wanita yang tidak banyak bergerak. Angka tersebut mungkin sudah cukup untuk mencegah defisiensi; meskipun jumlah yang Anda butuhkan tergantung pada banyak faktor, seperti level aktivitas, usia, masa otot, tujuan fisik, dan kondisi kesehatan keseluruhan. 

Apa itu protein?

Konsumsi protein sangat penting karena protein adalah balok pembangun utama tubuh Anda. Protein digunakan untuk membangun otot, tendon, organ, dan kulit, serta enzim, hormon, neurotransmitter, dan berbagai molekul yang memiliki fungsi penting. Protein terdiri dari molekul lebih kecil yang disebut asam amino. Tubuh Anda memproduksi asam amino ini, namun Anda masih perlu mendapatkan asupan asam amino esensial lainnya dari makanan. 

Konsumsi protein tidak hanya sebatas masalah kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Umumnya, protein hewani menyediakan semua asam amino esensial dalam rasio yang tepat untuk Anda menggunakannya. Hal ini masuk akal, mengingat jaringan hewan mirip dengan jaringan di dalam tubuh Anda. Apabila Anda mengonsumsi produk hewani seperti daging, ikan, telur, dan produk-produk susu setiap hari, ada kemungkinan Anda sudah mencukupi kebutuhan konsumsi protein setiap harinya. Akan tetapi, apabila Anda tidak mengonsumsi sumber makanan hewani, memenuhi kebutuhan semua protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh bukan merupakan perkara yang mudah.

Protein dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah pertambahan berat badan

Protein merupakan nutrisi penting apabila Anda ingin menurunkan berat badan. Seperti yang Anda tahu, kita perlu mengonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang dibakar agar Anda bisa menurunkan berat badan. Bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi protein dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dengan cara meningkatkan laju metabolisme Anda (kalori keluar) dan mengurangi nafsu makan (kalori masuk). Konsumsi 25 hingga 30 persen dari kalori harian total dari protein telah menunjukkan dapat meningkatkan metabolisme hingga 80 sampai 100 kalori setiap harinya, dibandingkan dengan diet rendah protein. 

Meskipun demikian, kontribusi terbesar protein dalam menurunkan berat badan ada pada kemampuannya dalam mengurangi nafsu makan, yang menyebabkan asupan kalori berkurang. Konsumsi protein jauh lebih baik dibandingkan dengan lemak atau karbohidrat dalam membuat Anda merasa kenyang. Dalam sebuah studi pada pria yang menderita obesitas, konsumsi 25 persen kalori dari protein dapat meningkatkan rasa kenyang, sekaligus mengurangi rasa ingin makan camilan di malam hari dan pikiran obsesif terhadap makanan sebesar 50 persen dan 60 persen. Dalam studi 12 minggu lain, wanita yang meningkatkan asupan protein mereka hingga 30 persen kalori, konsumsi kalori berkurang sebesar 441 kalori per hari dan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 5 kg hanya dengan menambahkan protein ke dalam diet mereka.  

Konsumsi protein tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mencegah pertambahan berat badan. Dalam sebuah studi, peningkatan konsumsi protein sebanyak 15 persen hingga 18 persen kalori mengurangi jumlah lemak yang didapat seseorang setelah menurunkan berat badan sebanyak 50 persen. Asupan atau konsumsi protein yang tinggi juga dapat membentuk dan menjaga massa otot. Konsumsi protein membuat Anda melakukan diet menurunkan berat badan dengan lebih mudah.

Cara Membersihkan Telinga Bayi dan Hal yang Tak Boleh Dilakukan

Kotoran telinga berfungsi menyaring kotoran dan bakteri yang akan masuk ke dalam telinga. Apabila sudah menumpuk, kotoran sebaiknya dikeluarkan. Sebagai orang tua baru, hal kecil seperti ini harus dikuasai agar kesehatan telinga anak terjaga.

Dalam membersihkan telinga si kecil, keamanan menjadi prioritas utama. Anda harus mengetahui cara membersihkan telinga bayi dengan menemukan metode yang aman dan paling cocok untuk anak Anda.

Sebab terjadinya kotoran telinga

Kotoran telinga atau cerumen adalah cairan lengket yang dihasilkan telinga untuk mencegah kotoran, debu, bakteri, dan benda asing lain masuk ke saluran telinga dengan memerangkap benda tersebut.

Semakin lama kotoran telinga semakin menumpuk, kemudian mengering dan keluar dengan sendirinya. Tapi adakalanya penumpukan terjadi lebih cepat. Bukan berarti cara membersihkan telinga bayi dilakukan dengan tidak benar, karena ada faktor lain yang menyebabkan kotoran menumpuk lebih cepat.

Faktor tersebut meliputi:

  • Faktor fisiologis, beberapa orang secara alami menghasilkan lebih banyak kotoran telinga daripada yang lain
  • Bayi terkena kondisi telinga perenang atau otitis eksterna
  • Kebiasaan ibu menggunakan cotton bud saat membersihkan telinga anak
  • Bayi menggunakan penutup telinga atau alat bantu dengar
  • Bayi mengalami masalah belajar atau sindrom down

Kapan harus membersihkan kotoran telinga si kecil?

Kotoran telinga berperan untuk menjaga kesehatan telinga, jadi Anda tak perlu membersihkannya terlalu sering. Hanya bersihkan ketika kotoran telah menumpuk.

Bayi mengomunikasikan sesuatu dengan cara merengek atau melalui perilakunya. Jika saluran bayi tertutup kotoran, ia akan mengalami masalah seperti gatal, sakit telinga, sulit mendengar dengan jelas, dan tinnitus.

Salah satu tanda kotoran telinga sudah menumpuk adalah ketika bayi mulai menggosok, menarik, bahkan memasukkan jari ke dalam telinganya. Biasanya, kotoran telinga yang sudah banyak dapat dengan mudah terlihat dari luar telinga. Terkadang ada kotoran kering berwarna kuning kecoklatan yang keluar dari telinga bayi.

Cara membersihkan telinga bayi dengan benar

Membersihkan telinga dengan cotton bud adalah metode pembersihan telinga yang paling umum. Namun jika digunakan pada bayi, cotton bud justru akan mendorong kotoran telinga jauh lebih dalam dan menyebabkan masalah.

Ada beberapa cara membersihkan telinga bayi yang aman dilakukan di rumah, yaitu sebagai berikut:

  • Dengan kain lembut

Membersihkan daun telinga anak dengan kain lembut sudah cukup menjaga kebersihan telinga si kecil. Gunakan air hangat untuk menyeka dan menggosok area luar telinga bayi.

  • Menggunakan minyak zaitun

Untuk mengatasi kotoran telinga yang menumpuk, Anda bisa meneteskan dua hingga tiga tetes minyak zaitun atau minyak almond ke telinga bayi Anda selama tiga atau empat kali sehari. Ini merupakan cara alami yang efektif untuk mengeluarkan kotoran yang menumpuk.

  • Menggunakan obat tetes telinga bayi

Jika dengan cara alami tidak berhasil, Anda bisa menggunakan obat tetes telinga khusus bayi. Meski dijual bebas, ada baiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk menentukan obat tetes telinga yang tepat.

Anak mungkin rewel, jadi pilihlah waktu pemberian ketika anak diam atau beristirahat dari sela-sela kegiatannya. Baringkan bayi di pangkaun Anda, lalu teteskan cairan secara bertahap sampai liang bayi penuh atau sesuai petunjuk yang disarankan. Tunggu beberapa menit hingga larutan mengendap.

Bayi Anda mungkin merasakan sensasi aneh, jadi pastikan dia tetap tenang. Selanjutnya bersihkan daun telinga bayi dengan waslap dan air hangat. Lakukan cara ini tiga sampai lima hari.

Jika Anda tetap kesulitan mengeluarkan kotoran telinga yang menumpuk dengan cara membersihkan telinga bayi di atas, ada baiknya Anda mengunjungi dokter. Selain itu, jika terdapat gejala infeksi seperti keluarnya cairan, sakit telinga, demam, atau gangguan pendengaran setelah pengangkatan kotoran, periksakan anak Anda ke dokter sedini mungkin.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui cara perawatan bayi yang tepat melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Waspadai Gejala Jerawat Nodul dan Cara Mengatasinya

Jerawat nodul merupakan kondisi jerawat yang cukup parah, memicu pembentukan jerawat yang besar, meradang, dan menyakitkan. Terkadang, orang menyalahartikan jenis jerawat ini sebagai jerawat batu atau jerawat kistik.

Padahal, jerawat jenis nodul memiliki karakteristik yang berbeda dengan jerawat batu. Jerawat ini tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga bisa timbul di area dada dan punggung.

Ciri-ciri jerawat nodul

Ciri atau gejala utama dari jenis jerawat ini adalah tampilan fisiknya. Jerawat ini akan muncul dalam bentuk lesi keras di wajah, dada, ataupun di area punggung. 

Ketiga area itu adalah area yang paling sering ditumbuhi jerawat nodul. Namun, bukan berarti jerawat ini tidak bisa muncul di berbagai area tubuh lainnya.

Tampilan jerawat nodul bisa berbeda-beda pada setiap penderita. Ada penderita yang mengalami jerawat nodul dengan warna merah atau meradang. Tapi, ada juga yang warna jerawatnya sama dengan warna kulit lainnya.

Terkadang, Anda bisa melihat adanya whitehead pada pangkal jerawat. Akan tetapi, whitehead ini justru lebih sering tertanam jauh di bawah lapisan kulit, sehingga tak terlihat. 

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan sampai berbulan-bulan. Apabila tidak diobati, jerawat ini bisa menyebabkan luka pada kulit. 

Mengatasi jerawat nodul secara medis

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai jerawat Anda, dokter mungkin akan menyarankan upaya pengobatan dengan cara:

  • Obat topikal

Obat oles atau obat topikal merupakan obat yang umum digunakan untuk mengobati jerawat dari luar permukaan kulit. Obat ini diformulasikan melalui resep dokter, isinya dapat berupa antibiotik, salicylic acid, retinoid, dan lain sebagainya.

Kemudian, Anda bisa mengoleskannya secara langsung ke permukaan kulit Anda yang mengalami jerawat. 

  • Obat oral

Obat oral adalah obat yang digunakan dengan cara diminum. Biasanya, obat oral untuk mengatasi jerawat nodul adalah antibiotik.

Antibiotik akan bekerja dengan menyerang jerawat penyebab infeksi yang mengakibatkan jerawat. Secara khusus, obat ini diperlukan apabila Anda sudah pernah mengobati jerawat nodul sebelumnya, tapi jerawat itu terus tumbuh kembali. 

  • Perawatan rumah sakit

Apabila kondisi jerawat Anda sudah sangat parah, dokter bisa saja menyarankan pengobatan dengan prosedur di rumah sakit. Perawatan jenis ini juga bisa dikombinasikan dengan penggunaan obat.

Prosedur perawatan di rumah sakit untuk mengatasi kondisi ini meliputi chemical peel, operasi, terapi laser, dan suntikan obat.

Tips memelihara kulit saat tumbuh jerawat nodul

Ketika jerawat muncul, Anda mungkin memerlukan cara yang berbeda untuk memelihara kulit Anda. Berikut ini beberapa tipsnya:

  • Jangan memencet jerawat

Hal terpenting yang perlu diingat adalah jangan memencet, menekan, atau berusaha memecahkan jerawat nodul Anda. Hal ini hanya akan semakin merusak kulit Anda  dan tidak akan membantu untuk menyembuhkan jerawat dengan lebih cepat.

  • Suntikan kortison

Suntikan ini diberikan sebagai solusi terakhir dalam mengatasi jerawat nodul. Kortison bisa membantu untuk menghilangkan bekas dari jerawat dengan lebih cepat. Selain itu, kulit Anda pun bisa menjadi lebih sehat.

  • Kompres air dingin

Anda bisa menggunakan air dingin ataupun es batu untuk mengompres area jerawat yang meradang dan nyeri. Air dingin bisa membantu untuk meredakan pembengkakan dan menghilangkan rasa sakit.

Sebaiknya, selalu konsultasikan dengan dokter Anda apabila jerawat nodul yang Anda miliki semakin parah. Lakukan upaya perawatan yang tepat sesuai dengan anjuran dari dokter.

6 Penyakit yang Mesti Mendapat Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi medik merupakan terapi yang ditujukan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah sehingga tidak mampu berfungsi dan bergerak sebagaimana mestinya. Dengan rehabilitasi medik, rasa sakit bisa dikurangi sekaligus pergerakan tubuh menjadi lebih ringan. 

Umumnya, rehabilitasi yang diarahkan pada fisik ini akan disarankan pada pasien-pasien yang baru mengalami cedera akibat kecelakaan ataupun terjatuh. Namun sebenarnya, rehabilitasi medik juga dianjurkan pada pasien-pasien dengan penyakit tertentu. 

Jika Anda memiliki salah satu dari enam penyakit di bawah ini, sebaiknya Anda mendatangi dokter rehabilitasi medik. Sebab besar kemungkinan, Anda mengalami perubahan postur tubuh dan cedera otot maupun saraf karena penyakit-penyakit ini. 

  1. Cacat Lahir 

Banyak kecacatan lahir yang membuat seorang bayi tidak dapat tumbuh dan bergerak dengan sempurna. Banyak dari kecacatan tersebut yang tidak bisa sembuh secara sempurna. Namun, kualitas hidup penderitanya dapat ditingkatkan dengan memperbaiki fungsi tubuh seoptimal mungkin lewat rehabilitasi medik. Dengan rehabilitasi, koordinasi tubuh, kekuatan otot, sampai keseimbangan dari sang pasien bisa ditingkatkan hingga batas maksimal. 

  1. Radang Sendi 

Dalam dunia medis, kondisi ini kerap disebut sebagai artritis. Ini merupakan kondisi ketika satu atau beberapa sendi Anda mengalami peradangan sehingga menjadi sulit untuk digerakkan. Radang sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Pertambahan usia, kecelakaan, hingga kadar asam urat yang tinggi dapat membuat Anda terjebak dalam penyakit ini. Rehabilitasi medik membantu menyembuhkan Anda dari radang sendiri. Lewat rehabilitasi, peradangan di tubuh Anda bisa ditekan hingga sembuh lebih cepat. 

  1. Stroke 

Stroke merupakan kondisi ketika pembuluh darah di otak mengalami kebocoran bahkan sampai pada kondisi pecah. Jika terlambat ditangani, stroke bisa mengakibatkan kematian. Ketika cepat ditangani, nyawa Anda bisa selamat, meskipun akan banyak bagian tubuh yang mengalami disfungsi. Untuk memulihkannya, Anda memerlukan rehabilitasi medik khusus secara berkala dan teratur. Konsultasikan segera rehabilitasi medis kepada dokter Anda agar tingkat keparahan disfungsi tidak terus berlanjut. 

  1. Parkinson 

Parkinson merupakan jenis penyakit saraf yang membuat penderitanya kesulitan mengoordinasi gerakan tubuh. Awalnya gejala pada penderita parkinson terkesan ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas, seperti hanya tangan yang gemetar. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, parkinson yang dialami bisa terus memburuk dan membuat penderitanya bahkan tidak bisa sekadar berdiri serta mengalami halusinasi. Untuk mencegah perburukan pada pasien parkinson, dokter pun kerap menyarankan dilakukan rehabilitasi medik yang bertujuan untuk membantu koordinasi antar bagian tubuh. 

  1. Multiple Sclerosis 

Salah satu penyakit autoimun yang banyak terjadi adalah multiple sclerosis. Ini merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh manusia justru menyerang lapisan lemak dan serabut saraf sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi otak, mata, juga tulang belakang. Rehabilitasi medik sangat diperlukan oleh penderita multiple sclerosis. Pasalnya jika tidak dilakukan rehabilitasi, kerusakan saraf pada penderita penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh ini bisa mengakibatkan kerusakan saraf yang permanen. 

  1. Kanker 

Penanganan apa yang Anda pikirkan untuk pasien kanker? Menjalani kemoterapi, radiasi, serta obat-obatan oral menjadi barang wajib bagi penderita kanker. Tujuannya guna membunuh dan menghentikan perkembangbiakan sel jahat yang membuat penyakit tersebut. Namun meskipun sudah sembuh, penderita kanker kemungkinan akan mengalami gangguan fungsi tubuh, tidak terkecuali anggota gerak. Karena alasan inilah, pasien-pasien kanker sering disarankan untuk menjalani rehabilitasi medik oleh tim dokter. 

*** 

Sadari penyakit Anda sedari dini dan tanyakan kepada dokter apa perlu dilakukan rehabilitasi medik untuk mempercepat pemulihannya. Jika memang diperlukan, jangan ragu untuk menjalaninya dengan didampingi para ahli, ya.

Apa Saja Manfaat Kentang pada Bayi?

Pada awalnya, bayi perlu ASI (air susu ibu) untuk membantu pertumbuhan mereka. Namun, ketika mereka memasuki usia 6 bulan, mereka dapat mengkonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Para peneliti menyatakan bahwa MPASI dapat menyehatkan pencernaan, menjaga kondisi kulit, dan mencegah infeksi di dalam tubuh. Ada berbagai MPASI yang dapat dicoba, salah satunya termasuk kentang. Manfaat kentang untuk bayi banyak. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya berikan kentang kepada bayi.

Manfaat Kentang untuk Bayi

Jika Anda memiliki anak yang baru berusia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Berikut adalah manfaat kentang pada bayi:

  1. Memiliki nutrisi tinggi

Kentang merupakan salah satu makanan yang memiliki nutrisi tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan bayi. Berikut adalah kandungan yang ada pada kentang:

  • 161 kalori.
  • Protein (4,3 gram).
  • Lemak (0,2 gram).
  • Karbohidrat (36,6 gram).
  • Serat (3,8 gram).
  • Magnesium (12% dari AKG (angka kecukupan gizi) harian).
  • Kalium (26% dari AKG harian).
  • Mangan (19% dari AKG harian).
  • Fosfor (12% dari AKG harian).
  • Niacin (12% dari AKG harian).
  • Folat (12% dari AKG harian).
  • Vitamin B6 (27% dari AKG harian).
  • Vitamin C (28% dari AKG harian).
  1. Mengandung antioksidan

Selain kandungan yang disebutkan di atas, kentang juga mengandung antioksidan seperti flavonoid dimana kegunaannya dapat mencegah radikal bebas untuk mengurangi risiko penyakit pada bayi.

  1. Kaya akan mikronutrien

Kentang kaya akan mikronutrien sehingga sangat bermanfaat dalam pertumbuhan dan melindungi tubuh dari penyakit. Mikronutrien hanya didapatkan melalui makanan sehat.

  1. Menyehatkan pencernaan

Kentang juga mengandung pati tahan cerna atau resistant starch. Ketika senyawa tersebut berada di usus besar, senyawa tersebut akan dikonsumsi oleh bakteri baik dan berubah menjadi asam lemak yang memiliki rantai pendek. Asam tersebut memiliki kegunaan dalam mencegah peradangan pada usus besar dan menjaga kondisi usus besar untuk menghindari risiko kanker.

  1. Menjaga kondisi kulit

Karena kentang mengandung vitamin C, kentang juga memiliki manfaat untuk menjaga kondisi kulit bayi. Oleh karena itu, sebagian orang memilih kentang untuk diberikan kepada bayi mereka.

  1. Menjaga kesehatan tulang

Kentang mengandung zat besi, fosfor, magnesium, dan zinc untuk menjaga kesehatan tulang bayi.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Kentang juga dapat menjaga kesehatan jantung bayi karena didukung oleh serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Bayi Kentang

Jika Anda ingin memberikan kentang kepada bayi Anda, Anda juga perlu perhatikan beberapa hal di bawah:

  • Membersihkan kentang

Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah Anda perlu membersihkan kentangnya terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan debu dan pestisida yang mungkin muncul pada kulit kentang tersebut. Setelah membersihkannya, Anda dapat mengupas kentang tersebut.

  • Perhatikan cara memasak kentang

Setelah mengupas kentang, Anda sebaiknya kukus kentang tersebut. Jika Anda merebusnya, maka Anda akan menghilangkan berbagai kandungan nutrisi yang ada pada kentang tersebut.

  • Berikan porsi secukupnya

Pada awalnya, Anda dapat memberikan bayi Anda kentang dengan porsi yang kecil. Jika bayi Anda menyukainya, Anda dapat memberikannya lagi, namun tidak dengan porsi yang berlebihan.

  • Reaksi alergi

Meskipun jarang terjadi, bayi yang menyentuh kentang pun bisa mengalami alergi berupa ruam, batuk, diare, dan muntah.

Kesimpulan

Manfaat kentang untuk bayi beragam dan dapat mendukung pertumbuhan bayi. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Jika Anda ingin memberikannya kentang, Anda perlu perhatikan beberapa hal seperti cara memasak supaya nutrisi tidak berkurang.