Cara Menggunakan Closet Duduk dengan Aman

Banyak pendapat berbeda mengenai kenyamanan menggunakan closet duduk atau jongkok, biasanya hal ini berdasarkan pada kebiasaan masing-masing setiap orang. Namun, tidak sedikit yang mengklaim jika toilet duduk cenderung lebih nyaman ketimbang jongkok. Lantas sebenarnya manakah yang paling nyaman dipakai, closet duduk vs jongkok.

Toilet jongkok dan duduk merupakan dua jenis kloset yang umum digunakan, meskipun jenis kloset yang digunakan tidak hanya memengaruhi posisi buang air besar tetapi juga kesehatan hingga kelancaran proses pembuangan ini. Hal ini tentu menjadi perhatian tersendiri terlebih jika seseorang tersebut mengetahui bagaimana penggunaan toilet duduk atau jongkok yang aman.

Closet Duduk Vs Jongkok

Berdasarkan kajian para ahli terkait kekurangan dan kelebihan dari masing-masing closet bahwa penggunaan toilet jongkok untuk buang air besar lebih disarankan ketimbang toilet duduk. Namun, bagaimana jika di rumah hanya tersedia toilet duduk, haruskah dibongkar dan diganti dengan toilet jongkok.

Hal itu tidak perlu dilakukan, cukup mengakalinya dengan menggunakan kursi atau bangku pendek untuk diletakkan di bawah kaki ketika buang air besar. Dengan posisi jongkok, akan membuat otot-otot usus menjadi rileks dan jalur keluar feses akan lebih panjang. Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakan closet duduk dengan aman.

Tips Aman Pakai Closet Duduk

  1. Bersihkan Permukaan Kloset

Sebelum buang air besar atau pipis, usahakan untuk membersihkan permukaan kloset dengan menggunakan tisu. Beberapa toilet umum terkadang juga menyediakan cairan pembersih yang bisa dipakai untuk mengelap dudukan kloset.

  1. Lapisi dengan Tisu

Hal ini bisa dilakukan jika seseorang merasa tidak nyaman ketika harus bersentuhan dengan kloset, memanfaatkan ketersediaan tisu yang ada. Ambil beberapa helai tisu secukupnya dan letakkan di atas permukaan kloset, lalu duduk dan usahakan kloset tetap dalam keadaan kering.

  1. Hindari Jongkok di Atas Kloset

Kloset duduk hanya untuk duduk, jadi jangan sekali-kali mencoba untuk jongkok di atas kloset ketika buang air besar. Selain bisa mengotori kloset, jongkok juga dapat berbahaya karena seseorang bisa saja terjatuh karena duduk tidak seimbang.

  1. Tutup Kloset Sebelum Tekan Flush

Setelah buang air besar atau pipir, pastikan untuk menekan tombol flush supaya bagian dalam kloset bersih dari kotoran. Namun, sebelum menekan tombol ini tutup kloset terlebih dahulu agar bakteri tidak terbang ketika terkena tekanan air yang besar, saat menekan flush pastikan menggunakan tisu.

Kelebihan dan Kekurangan Toilet Duduk

Model dan desain yang dimiliki toilet duduk lebih modern dan mewah, toilet jenis ini dianggap lebih nyaman digunakan bagi beberapa kalangan, seperti lansia, wanita hamil besar hingga seseorang yang menderita cedera lutut.

Namun harga toilet duduk cenderung lebih mahal dibanding toilet jongkok, buang air besar menggunakan closet duduk juga dinilai tidak lebih sehat ketimbang kloset tradisional atau toilet jongkok. 

Jika dibandingkan closet duduk vs jongkok, maka buang air besar menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar ketimband toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengeak saat BAB atau duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan sejumlah risiko penyakit, seperti wasir dan sembelit.

Penggunaan toilet duduk juga meningkatkan seseorang terjangkit penyakit seperti diare, flu, hingga infeksi kulit. Karena toilet duduk mengharuskan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri, seperti E.coli dan Shigella.

Inilah Bagian-Bagian Otak yang Perlu Diketahui

Menjadi bagian paling vital bagi manusia, otak terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi masing-masing. Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang memengaruhi sistem kerja organ tubuh lain, mulai dari lobus frontal otak hingga lobus oksipital yang terdapat di bagian belakang. Selain itu terdapat otak kecil yang masih dibagi menjadi dua belahan.

Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang berpengatuh pada sistem kerja berbagai organ tubuh manusia. Otak bisa dibilang merupakan salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia, organ yang tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan miliaran sel saraf yang saling terhubung.

Bagian-bagian Otak

Otak dilindungi oleh lapisan pembungkus yang dinamaka selaput otak atau meninges dan tulang tengkorak, serta terhubung ke saraf tulang belakang. Dengan saraf tulang belakang, otak kemudian berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat (SSP). Sistem saraf ini bekerja sama dengan sistem saraf tepi yang memberi kemampuan manusia melakukan aktivitas.

  1. Otak Besar (Cerebrum)

Merupakan bagian terbesar dari otak, dibagi menjadi dua bagian yakni otak kanan dan otak kiri dengan fungsi masing-masing. Otak kanan untuk mengontrol pergerakan di sisi kiri tubuh dan otak kiri mengontrol gerakan di sisi kanan tubuh. Permukaan cerebrum disebut dengan cerebral cortex, merupakan area otak di mana sel saraf membuat koneksi atau sinaps.

Sinaps adalah sistem saraf yang mengendalikan aktivitas otak, sementara bagian dalam cerebrum mengandung sel-sel saraf berselubung (mielin) yang fungsiya menyampaikan informasi antara otak dan saraf tulang belakang. Otak besar ini masih dibagi menjadi empat bagian, berikut beberapa penjelasannya.

  • Lobus Frontal Otak

Merupakan bagian depan otak yang megendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori, emosi dan kepribadian. Bagian otak ini juga berperan dalam fungsi intelektual, seperti ketika manusia berpikir, menalar, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan melakukan perencanaan.

  • Lobus Parietal

Bagian atas otak yang berfungsi mengendalikan sensasi, seperti sentuhan, tekanan, nyeri hingga suhu. Bagian ini juga mengendalikan orientasi spasia atau pemahaman mengenai ukuran, bentuk dan arah.

  • Lobus Temporal

Bagian samping yang bertugas untuk mengendalikan indra pendengaran, emosi dan ingatan, bagian yang kiri juga memiliki peran tetapi hanya dalam fungsi bicara.

  • Lobus Oksipital

Merupakan bagian otak yang paling belakang, fungsi bagian ini sama pentingnya dengan bagian lain yakni mengendalikan fungsi penglihatan.

  • Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil berada di bawah otak besar, tepatnya di belakang otak, di bawah lobus oksipital dan juga terbagi menjadi dua bagian. Tanggung jawab otak kecil adalah mengendalikan gerakan, menjaga keseimbangan dan mengatur posisi serta koordinasi gerakan tubuh. Selain itu, bagian otak ini juga berperan dalam mengendalikan gerakan halus seperti melukis atau menulis.

  • Batang Otak

Merupakan seikat jaringan saraf yang terdapat di dasar otak, fungsi dari batang tak adalah sebagai stasiun pemancar yang menghubungkan otak besar ke sel saraf tulang belakang. Selain itu juga berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan antara berbagai bagian tubuh dan otak. Sama seperti lobus frontal otak, batang otak memiliki beberapa bagian.

Terdapat tiga struktur utama otak, di antaranya adalah otak tengah, pons dan medulla oblongata dengan masing-masing fungsi. Otak tengah menjadi pusat pengatur gerakan otot mata, pons terlibat dalam koordinasi gerakan mata dan otot wajah, pendengaran dan juga keeimbangan.

Tahap Perkembangan Motorik Bayi

Perkembangan anak usia dini melibatkan kemampuan mendapatkan keterampilan motorik halus dan motorik kasar. Meskipun kedua perkembangan motorik bayi tersebut melibatkan gerakan, ada perbedaan tersendiri yang perlu diketahui. Keterampilan motorik halus melibatkan gerakan kelompok otot kecil di tangan, jari, dan pergelangan anak. Di sisi lain, motorik kasar melibatkan pergerakan di kelompok otot yang lebih besar, seperti lengan dan kaki. Kelompok otot besar membantu bayi untuk dapat duduk,  berbelok, merangkak, dan berjalan. Kedua jenis keterampilan motorik tersebut akan membuat anak menjadi lebih mandiri. Keterampilan motorik halus khususnya sangat penting, mengingat kemampuan menggunakan otot lebih kecil di tangan dapat membuat anak melakukan rutinitas perawatan diri tanpa perlu bantuan ibu, seperti menggosok gigi, makan, menulis, dan mengganti pakaian.

Perkembangan motorik bayi, baik halus ataupun kasar, berkembang dalam laju yang berbeda dari satu bayi ke bayi lain. Beberapa anak mengembangkan keterampilan motorik lebih awal dibandingkan dengan yang lain, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat normal. Anak-anak biasanya akan mulai mendapatkan ketrampilan ini saat mereka berusia 1-2 bulan dan terus belajar keterampilan tambahan lewat preschool dan sekolah dasar. Keterampilan motorik halus yang paling penting untuk dikembangkan anak di antaranya adalah:

  • Palmar arches, agar telapak tangan dapat melengkung ke dalam. Memperkuat palmar arches dapat membantu koordinasi gerakan jari, yang dibutuhkan untuk aktivitas seperti menulis, membuka kancing baju, dan menggenggam benda.
  • Stabilitas pergelangan tangan yang berkembang di masa-masa awal sekolah. Hal ini penting agar anak dapat menggerakkan jari dengan kontrol dan kekuatan yang tepat.
  • Sisi tangan yang terampil, penggunaan ibu jari, telunjuk, dan jari lain bersamaan dengan genggaman yang presisi.
  • Perkembangan otot tangan intrinsic, kemampuan melakukan gerakan-gerakan kecil tangan, di mana ujung ibu jari, telunjuk, dan jari tengah bersentuhan.
  • Keterampilan tangan bilateral, untuk koordinasi kedua tangan pada waktu yang bersamaan.
  • Scissor skill, berkembang usia 4 tahun dan mengajarkan tentang kekuatan tangan dan koordinasi tangan-mata.

Pada usia 0-3 bulan, bayi akan mampu menempatkan tangan ke dalam mulut dengan tangan menjadi lebih relaks. Usia 3-6 bulan, anak dapat menggenggam tangan bersamaan, memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain, dan menggenggam serta menggoyangkan mainan menggunakan kedua tangan. Usia 6-9 bulan anak dapat meremas benda menggunakan kedua tangan mereka, saling menyentuh jari, memegang mainan menggunakan kedua tangan, dan menggunakan jari telunjuk untuk menyentuh sesuatu. Usia 9-12 bulan, anak dapat menyuapi diri mereka sendiri, mengambil benda menggunakan telunjuk dan ibu jari, dan membawa mainan menggunakan satu tangan. Usia 12 bulan hingga 2 tahun, anak dapat membangun menara balok, makan menggunakan sendok, membalik halaman buku, dan memegang krayon menggunakan ujung jari dan ibu jari. Usia 2-3 tahun, anak dapat membuka pintu, mencuci tangan, menggunakan sendok dan garpu dengan benar, menutup dan membuka wadah. Pada usia 3- 4 tahun, anak dapat membuka dan menutup kancing baju, menggunakan gunting untuk memotong kertas, dan melacak bentuk pada kertas.

Perkembangan motorik bayi, terutama motorik halus, berkembang secara alami bersamaan dengan anak mendapatkan keterampilan mengontrol dan mengkoordinasi tubuh. Penting untuk diingat bahwa beberapa anak akan mengembangkan keterampilan motorik halus lebih dini dan memiliki koordinasi yang lebih baik dibandingkan dengan anak lain. Anda juga tidak perlu khawatir apabila anak tidak berkembang secepat anak lain dengan usia yang sama.

Cara Memperbesar Payudara Tanpa Operasi? Olahraga Saja!

Payudara besar dan kencang menjadi impian bagi sebagian besar wanita. Selain untuk kepuasan diri sendiri, para istri juga menjadikan alasan tersebut untuk menyenangkan hati pasangannya.

Mengonsumsi suplemen dan penggunaan krim pembesar payudara adalah dua diantara ragam cara memperbesar payudara secara alami. Namun hingga kini belum ada bukti klinis yang membuktikan manfaat dari keduanya.

Salah satu cara memperbesar payudara yang sudah terbukti ampuh adalah berolahraga. Dengan melakukan gerakan olahraga tertentu, Anda bisa mendapatkan payudara besar dan kencang sekaligus manfaat kesehatan lainnya.

Bagaimana setiap orang memiliki ukuran payudara yang berbeda?

Karakteristik payudara yang besar didasarkan pada struktur tulang dan volume payudara, yang hanya bisa diturunkan secara genetika. Selain itu usia, gaya hidup, dan berat badan juga merupakan faktor kombinasi yang mempengaruhi.

Ukuran payudara meningkat ketika wanita menginjak usia pubertas, dan akan menurun ketika memasuki masa menopause. Sesaat sebelum menstruasi, payudara akan memebesar untuk sementara karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron.

Ukuran cup dan lingkar batang tubuh akan berubah bila Anda mengalami kenaikan atau penurunan berat badan sebanyak 9 kg. Wanita dengan badan gemuk cenderung memiliki ukuran payudara yang lebih besar.

Pembesaran payudara juga menjadi tanda kehamilan. Ketika seorang wanita hamil, estrogen, progesteron, dan prolaktin bekerja sama untuk merangsang pembesaran payudara dan produksi ASI. Payudara akan terus membesar selama kehamilan untuk mempersiapkan menyusui.

Olahraga untuk meningkatkan ukuran payudara

Faktanya olahraga tidak membantu membuat payudara lebih besar dan berisi. Namun olahraga yang berfokus pada latihan pengembangan dada efektif membentuk otot dada di bawah payudara, pungggung, dan bahu. Efek yang dihasilkan adalah payudara yang tampak lebih indah dengan postur tubuh yang menawan.

Cara memperbesar payudara dengan gerakan olahraga ini sangat sederhana dan mudah dilakukan. Anda bisa melakukannya sendiri tanpa harus ke gym, namun Anda harus tetap memperhatikan postur tubuh yang sesuai.

  • Wall press

Anda hanya perlu berdiri di depan dinding dan tidak membutuhkan alat tambahan lainnya. Bisa dikatakan gerakan ini mirip seperti gerakan push up namun dilakukan dengan berdiri.

Letakkan kedua tangan Anda ke dinding setinggi dada. Secara perlahan turunkan tubuh Anda sampai kepala hampir menyentuh dinding, dengan posisi kaki pada tempatnya.

Kembali ke posisi awal dan ulangi gerakan sebanyak 10 hingga 15 kali.

  • Arm circle

Arm circle adalah gerakan memutar lengan dengan posisi berdiri. Pertama-tama, rentangkan tangan setinggi bahu dengan kaki menutup rapat.

Putar kedua lengan ke belakang selama satu menit, setelah itu ke depan selama satu menit. Kemudian gerakkan lengan ke atas dan bawah selama satu menit. Ulang satu atau dua kali dengan jeda diantaranya.

Anda bisa melakukan gerakan ini sambil memegang barbel atau pemberat lain seperti kaleng makanan, atau botol berisi pasir untuk sekaligus melatih otot lengan Anda.

  • Arm presses

Anda bisa melakukan gerakan ini dengan posisi duduk atau berdiri. Setelah memilih waktu yang nyaman, ikuti langkah berikut:

  • Ulurkan kedua tangan ke depan dengan kedua telapak tangan menyatu
  • Buka lengan sampai berada di belakang punggung, dan tekuk sedikit punggung Anda
  • Gunakan pemberat atau resistance band untuk mempercepat efek yang diinginkan
  • Lakukan gerakan ini selama satu menit
  • Prayer pose
  • Berdiri tegak lalu ulurkan tangan dengan kedua telapak tangan menutup
  • Tekuk siku 90 derajat ke arah badan lalu buatlah posisi tangan seperti berdoa, tahan posisi selama 10 detik
  • Kembali ke posisi semula, dan ulangi gerakan sebanyak 15 kali
  • Horizontal chest press
  • Ulurkan lengan lalu tekuk 90 derajat
  • Buka lengan selebar mungkin dan satukan kembali. Lakukan gerakan ini selama satu menit
  • Beristirahatlah di setiap akhir sesi dan ulangi minimal 1 set
  • Chest press extensions

Untuk melakukan gerakan ini, Anda membutuhkan pemberat seperti barbel atau alternatif pemberat lainnya.

  • Atur posisi telentang dengan kaki menekuk
  • Pegang barbel di kedua tangan dan atur sejajar dengan bahu
  • Angkat barbel secara perlahan dan turunkan kembali. Pertahankan siku Anda dan buat gerakan lambat dan terkontrol.
  • Lakukan 3 set masing-masing 12 kali
  • Push up

Push up juga dapat melatih otot dada serta lengan. Buatlah posisi push up dengan bertumpu pada lutut, dan lakukan sebanyak 3 set masing-masing 12 kali.

Menyertai olahraga dengan menjaga pola makan merupakan cara memperbesar payudara yang efektif. Namun ingat bahwa butuh hasil yang didapatkan tidak akan terlihat secara langsung.

Ini Macam-Macam Pil KB untuk Jerawat

Penggunaan pil KB untuk jerawat sudah banyak digunakan oleh para wanita. Secara khusus, pil KB kombinasi yang menggabungkan hormon estrogen dan progesteron di dalamnya lebih efektif untuk mengatasi jerawat.

Sebenarnya, penggunaan pil KB untuk jerawat bukanlah hal yang berbahaya. Bahkan, ada banyak manfaat yang didapat untuk masalah jerawat Anda dengan penggunaan secara teratur. 

Akan tetapi, bila tidak digunakan dengan bijak, pil KB juga bisa menimbulkan efek samping dan resiko berbahaya. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakannya. 

Macam-macam pil KB untuk jerawat

Tidak semua jenis pil KB efektif untuk mengobati jerawat. Berdasarkan penelitian, jenis-jenis pil KB yang efektif untuk mengatasi jerawat antara lain: 

  • Ortho Tri-Cyclen

Pil KB yang satu ini menggunakan hasil kombinasi estrogen dan progestin yang disebut dengan norgestimate. Pil ini tersedia di apotek dengan dosis progestin yang berbeda-beda.

Untuk informasi, progestin adalah bentuk dari hormon progesteron yang dibuat oleh manusia. 

  • YAZ

Jenis pil KB ini menggabungkan drospirenone dan ethinyl estradiol. Drospirenon adalah hormon sintetis buatan manusia.

Meski efektif mengobati jerawat, drospirenon pada YAZ dipercaya bisa meningkatkan resiko pembekuan darah dibandingkan dengan pil KB jenis lainnya. 

  • Estrostep

Estrostep mengombinasikan hormon estrogen dengan progestin yang menghasilkan norethindrone. Tidak hanya itu, pil KB ini juga menggabungkan ethinyl estradiol dan ferrous fumarate. Dosis estrogen pada pil KB jenis ini berbeda-beda untuk setiap merek. 

Menurut penelitian, pil KB kombinasi secara khusus mampu mengobati jerawat yang meradang ataupun tidak. Selain kedua masalah jerawat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan efektivitas penggunaan pil KB. 

Siapa saja yang bisa menggunakan pil KB untuk jerawat?

Tidak semua orang bisa mengatasi masalah jerawatnya dengan mengonsumsi pil KB. Secara khusus, metode pengobatan jerawat ini hanya ditargetkan untuk wanita dengan kondisi jerawat sedang yang telah berusia minimal 14-15 tahun.

Penyesuaian usia untuk konsumsi pil KB berbeda-beda, tergantung merek yang memproduksi pil KB tersebut. Selain itu, pengobatan jerawat dengan cara ini hanya dianjurkan bagi wanita yang sudah mengalami menstruasi dan memerlukan kontrasepsi.

Anda mungkin baru bisa merasakan efek positif pada jerawat Anda setelah menggunakan pil KB selama beberapa bulan. Pada awal pertama mengonsumsi pil KB, Anda mungkin akan mengalami pertumbuhan jerawat. Hal ini merupakan kondisi yang wajar.

Cara kerja pil KB dalam mengobati jerawat

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami pertumbuhan jerawat, salah satunya faktor hormon. Hormon androgen yang dihasilkan oleh ovarium dan kelenjar adrenal bisa mempengaruhi produksi sebum. Produksi hormon yang berlebih akan memicu sebum yang berlebih pula, dan menyebabkan jerawat.

Sebum adalah minyak yang diproduksi oleh kelenjar pada kulit Anda. Sebum yang berlebih bisa menyumbat pori-pori, membuat terjadinya pertumbuhan bakteri yang menyebabkan jerawat. 

Dalam pil KB kombinasi, terdapat kandungan hormon estrogen dan progestin atau hormon progesteron sintetis. Kedua hormon ini bisa membantu dalam menurunkan level hormon androgen.

Menurunnya level hormon androgen berdampak pula pada produksi sebum yang menurun. Dengan begitu, pertumbuhan jerawat pun dapat dihindari. 

Pengobatan jerawat dengan pil KB untuk jerawat bergantung pada kadar hormon dalam pil KB tersebut. Karena itu, jerawat yang bisa diobati adalah jerawat yang disebabkan oleh hormon Anda.

Mendeteksi Ciri Awal Bayi Autis

Gangguan spektrum austime (GSA) menjadi ketakutan tersendiri bagi tiap orang tuanya. Pasalnya, anak-anak dengan gangguan ini menjadi sulit bersosialisasi karena adanya masalah perkembangan saraf maupun kemampuan untuk berkomunikasi. Sayangnya, banyak orang tua terlambat menyadari kondisi autisme anak sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.

Padahal, autism sudah dapat dideteksi sedari dini. Bayi-bayi autis cenderung memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali sejak mereka berusia tiga bulan. Di mana gejala awal tersebut dapat terus berlanjut dan bertambah para seiring bertambahnya usia bayi autis.

Berikut ini adalah beberapa gejala dini yang bisa Anda tangkap pada bayi autis. Ciri-ciri yang dapat Anda kenali tersebut tidak mengarah pada pertumbuhan fisik, melainkan pada gangguan perkembangan kognitif yang dapat dianalis dari gejala-gejala ini.

  1. Tidak Membalas Senyuman

Bayi sudah mulai bisa tersenyum secara sosial sejak berumur tiga bulan. Pada usia tersebut, bayi cenderung akan ikut tersenyum apabila Anda atau ada seseorang yang melemparkan senyum kepadanya. Namun, bayi autis cenderung tidak akan membalas senyum yang diberikan oleh orang lain.

  • Sulit Kontak Mata

Anda akan sulit mengadakan kontak mata dengan bayi autis. Ia cenderung melihat ke arah lain, walaupun Anda sudah berusaha berkomunikasi mata dengannya. Padahal seharusnya, bayi-bayi normal akan tertarik dengan wajah khususnya bagian mata seseorang.

  • Tertarik Objek Diam

Seharusnya bayi berusia 3 bulan ke atas lebih menyukai aktivitas gerakan untuk ia lihat. Namun pada bayi autis, manusia atau benda yang bergerak cenderung diabaikannya. Ia lebih menyukai menatap objek yang diam, seperti selimut ataupun bantal.

  • Tidak Peka Suara

Bayi umumnya lebih sensitif terhadap suara. Suara kecil bisa sangat mengusiknya, apalagi jenis suara yang keras. Akan tetapi, hal ini tidak terjadi pada bayi autis. Bayi yang memiliki gangguan spektrum autisme tidak peka pada suara. Bahkan ketika ada yang berteriak di dekatnya, ia mungkin tidak akan mengeluarkan reaksi.

  • Malas Mengoceh

Bayi mulai bisa mengoceh lebih panjang pada usia 4—6 bulan. Pada rentang waktu tersebut, bayi cenderung cerewet dengan mengoceh seakan mengajak Anda mengobrol. Hal ini lumrah karena menjadi bagian dari proses belajarnya untuk bersosialisasi. Justru Anda patut curiga kepada bayi yang sulit atau malas untuk mengoceh pada usia 4—6 bulan karena itu merupakan gejala awal dari bayi autis.

  • Sulit Menggenggam

Bayi autis cenderung akan sulit untuk memegang atau menggenggam sesuatu. Padahal, seharusnya sejak usia tiga bulan, anak bayi akan lebih aktif meraba, memegang, dan menggenggam benda-benda yang ada di sekitarnya. Apabila anak Anda mengamai kesulitan untuk menggenggam ini, waspadalah dan cobalah memeriksakan kondisi kognitif anak Anda ke dokter.

  • Jarang Menanggapi Nama

Bayi biasa mulai bisa mengenali nama mereka sejak usia enam bulan. Ketika menginjak usia 12 bulan, ia sudah sangat peka akan namanya dan akan selalu menanggapi tiap kali Anda memanggil namanya. Namun, tidak demikian dengan bayi autis. Bayi yang memiliki gangguan spektrum autisme akan jarang menanggapi ketika ada seseorang yang memanggil nama mereka.

  • Terbatas Menunjuk

Bayi normalnya memiliki kecenderungan menunjuk sesuatu yang menarik minat mereka dengan jari-jemarinya. Ia akan lebih aktif untuk menunjuk dengan jari ketika usianya sudah menginjak 12 bulan. Aktivitas menunjuk inilah yang terbatas dilakukan oleh bayi autism. Bayi-bayi dengan  spektrum tersebut cenderung pasif melakukan gerakan menunjuk sehingga Anda akan sulit melihat apa yang menjadi ketertarikan mereka.

***

Apabila anak Anda menunjukkan gejala-gejala bayi autis, jangan ragu untuk ke dokter dan meminta diadakan skrining untuk diagnosis yang lebih pasti. Skrining untuk mendeteksi bayi autis sendiri sudah dapat dilakukan sejak bayi berusia 9 bulan.