Tips Menghindari Sinar Biru Penyebab Badan Lemas Ngantuk

Ketika beraktivitas di siang hari, terkadang kita merasa badan lemas ngantuk. Jika Anda mengalaminya, coba periksa Kembali apakah tidur Anda sudah cukup baik dari segi kuantitas dan kualitasnya. Kuantitas tidur setiap orang memang berbeda-beda. Pada umumnya, 8 jam diambil sebagai jumlah jam tidur yang cukup. Namun, bukan tidak mungkin seseorang butuh 2 jam lebih lama, atau bahkan 2 jam lebih sebentar dari waktu tersebut. Jika Anda merasa kuantitas tidur Anda sudah cukup, mari beralih pada kuantitas tidur. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi kualitas tidur adalah cahaya.

Tentu sejak kecil diajarkan untuk mematikan lampu sebelum tidur. Kondisi penerangan kamar memang sangat berpengaruh pada kualitas tidur seseorang. Semakin gelap kamar, maka sekina Anda mudah tertidur. Cahaya terutama sinar biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tidur nyenyak. Malam hari merupakan waktu produksi hormon ini, ketika ingin tidur malam dan kondisi kamar terang, maka produksi hormon ini akan terhambat sehingga mengganggu kualitas tidur Anda.

Cara mengatasi badan lemas ngantuk

  1. Kondisikan kamar tidur gelap

Matikan semua lampu yang ada di kamar Anda, terutama lampu LED. Lampu LED merupakan sumber sinar biru yang cukup besar.

  • Matikan layar tv, komputer, dan hp

Sebelum tidur, pastikan Anda sudah mematikan layar tv, komputer, dan juga hp Anda yang merupakan sumber lain dari sinar biru.

  • Gunakan lampu yang tidak terlalu terang jika ingin ke kamar mandi

Terbangun saat malam hari untuk buang air kecil tentu membuat Anda harus beranjak dari kasur. Jika Anda memerlukan penerangan, nyalakan lampu yang tidak terlalu terang agar tidak mempengaruhi tidur Anda. Untuk mencegah kondisi ini, disarankan agar Anda buang air kecil terlebih dahulu sebelum tidur.

  • Gunakan lampu sinar merah

Jika Anda sama sekali tidak bisa tidur dengan kondisi kamar yang gelap, Anda dapat mencoba tidur dengan menggunakan lampu sinar merah. Sinar merah memiliki efek yang lebih ringan terhadap produksi hormon melatonin.

Mengenal Obat Asam Traneksamat yang Mampu Hentikan Pendarahan

Asam traneksamat atau Tranexamic Acid adalah obat yang digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan ketika seseorang mengalami mimisan, menstruasi, dan operasi. Asam traneksamat juga umum digunakan untuk mencegah pendarahan pada pasien hemofilia saat mencabut gigi.

Obat ini bekerja dengan memperlambat pemecahan bekuan darah, dengan begitu pendarahan, seperti pada saat operasi atau menstruasi berat dapat dicegah. Tergolong sebagai obat resep, asam traneksamat yang termasuk dalam kategori antifibrinolitik membutuhkan resep khusus dari dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Obat asam traneksamat dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, dan suntik. Dosis dari obat ini bersifat individual yang berarti bahwa takaran antarsatu pasien dengan lainnya berbeda sesuai kebutuhan.

Aturan pakai obat asam traneksamat

Jika obat asam traneksamat diberikan dalam sediaan suntikan, maka hanya dokter yang boleh melakukan prosedur tersebut. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai cara penggunaan obat ini. Sementara itu, asam traneksamat dalam bentuk tablet maupun kapsul dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Jika Anda mengonsumsi obat ini pada saat menstruasi, Anda baru dapat mengonsumsinya ketika periode menstruasi telah benar-benar dimulai. Obat ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi lebih dari lima hari secara berturut-turut. Jika terdapat efek samping, seperti gangguan pada penglihatan, maka segera hentikan penggunaan obat.

Dosis asam traneksamat

Tablet/kapsul

Sebagai penanganan pendarahan untuk jangka pendek:

  • Dewasa: 1-1,5 gram atau 15-25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari.
  • Anak-anak: 25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari

Angioedema Herediter

  • Dewasa: 1-1,5 gram, 2-3 kali sehari
  • Anak-anak: 25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari

Sediaan suntik

Penanganan pada pendarahan jangka pendek

  • Dewasa: 0,5-1 gram atau 10 mg/kgBB, 3 kali sehari atau 25-50 mg/kgBB/hari melalui infus.
  • Anak-anak: 10 mg/kgBB, 2-3 kali sehari.

Interaksi obat asam traneksamat dengan obat lain

Obat asam traneksamat akan memberikan reaksi jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lain. Ada pun risikonya, yaitu:

  • Meningkatkan risiko pembentukan trombus (pembekuaan darah) dengan estrogen
  • Meningkatkan risiko komplikasi trombotik fatal pada penderita leukemia promyelocytic akut dengan tretinoin.