Berapa Banyak Anda Perlu Konsumsi Protein Setiap Harinya?

Jumlah konsumsi protein harian yang direkomendasikan untuk setiap orang beragam. Asupan Referensi Diet (DRI) adalah 0,8 gram protein per kilogram berat tubuh, atau 56 gram per hari untuk pria yang tidak banyak bergerak, dan 46 gram per hari untuk wanita yang tidak banyak bergerak. Angka tersebut mungkin sudah cukup untuk mencegah defisiensi; meskipun jumlah yang Anda butuhkan tergantung pada banyak faktor, seperti level aktivitas, usia, masa otot, tujuan fisik, dan kondisi kesehatan keseluruhan. 

Apa itu protein?

Konsumsi protein sangat penting karena protein adalah balok pembangun utama tubuh Anda. Protein digunakan untuk membangun otot, tendon, organ, dan kulit, serta enzim, hormon, neurotransmitter, dan berbagai molekul yang memiliki fungsi penting. Protein terdiri dari molekul lebih kecil yang disebut asam amino. Tubuh Anda memproduksi asam amino ini, namun Anda masih perlu mendapatkan asupan asam amino esensial lainnya dari makanan. 

Konsumsi protein tidak hanya sebatas masalah kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Umumnya, protein hewani menyediakan semua asam amino esensial dalam rasio yang tepat untuk Anda menggunakannya. Hal ini masuk akal, mengingat jaringan hewan mirip dengan jaringan di dalam tubuh Anda. Apabila Anda mengonsumsi produk hewani seperti daging, ikan, telur, dan produk-produk susu setiap hari, ada kemungkinan Anda sudah mencukupi kebutuhan konsumsi protein setiap harinya. Akan tetapi, apabila Anda tidak mengonsumsi sumber makanan hewani, memenuhi kebutuhan semua protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh bukan merupakan perkara yang mudah.

Protein dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah pertambahan berat badan

Protein merupakan nutrisi penting apabila Anda ingin menurunkan berat badan. Seperti yang Anda tahu, kita perlu mengonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang dibakar agar Anda bisa menurunkan berat badan. Bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi protein dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dengan cara meningkatkan laju metabolisme Anda (kalori keluar) dan mengurangi nafsu makan (kalori masuk). Konsumsi 25 hingga 30 persen dari kalori harian total dari protein telah menunjukkan dapat meningkatkan metabolisme hingga 80 sampai 100 kalori setiap harinya, dibandingkan dengan diet rendah protein. 

Meskipun demikian, kontribusi terbesar protein dalam menurunkan berat badan ada pada kemampuannya dalam mengurangi nafsu makan, yang menyebabkan asupan kalori berkurang. Konsumsi protein jauh lebih baik dibandingkan dengan lemak atau karbohidrat dalam membuat Anda merasa kenyang. Dalam sebuah studi pada pria yang menderita obesitas, konsumsi 25 persen kalori dari protein dapat meningkatkan rasa kenyang, sekaligus mengurangi rasa ingin makan camilan di malam hari dan pikiran obsesif terhadap makanan sebesar 50 persen dan 60 persen. Dalam studi 12 minggu lain, wanita yang meningkatkan asupan protein mereka hingga 30 persen kalori, konsumsi kalori berkurang sebesar 441 kalori per hari dan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 5 kg hanya dengan menambahkan protein ke dalam diet mereka.  

Konsumsi protein tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mencegah pertambahan berat badan. Dalam sebuah studi, peningkatan konsumsi protein sebanyak 15 persen hingga 18 persen kalori mengurangi jumlah lemak yang didapat seseorang setelah menurunkan berat badan sebanyak 50 persen. Asupan atau konsumsi protein yang tinggi juga dapat membentuk dan menjaga massa otot. Konsumsi protein membuat Anda melakukan diet menurunkan berat badan dengan lebih mudah.

Cara Membersihkan Telinga Bayi dan Hal yang Tak Boleh Dilakukan

Kotoran telinga berfungsi menyaring kotoran dan bakteri yang akan masuk ke dalam telinga. Apabila sudah menumpuk, kotoran sebaiknya dikeluarkan. Sebagai orang tua baru, hal kecil seperti ini harus dikuasai agar kesehatan telinga anak terjaga.

Dalam membersihkan telinga si kecil, keamanan menjadi prioritas utama. Anda harus mengetahui cara membersihkan telinga bayi dengan menemukan metode yang aman dan paling cocok untuk anak Anda.

Sebab terjadinya kotoran telinga

Kotoran telinga atau cerumen adalah cairan lengket yang dihasilkan telinga untuk mencegah kotoran, debu, bakteri, dan benda asing lain masuk ke saluran telinga dengan memerangkap benda tersebut.

Semakin lama kotoran telinga semakin menumpuk, kemudian mengering dan keluar dengan sendirinya. Tapi adakalanya penumpukan terjadi lebih cepat. Bukan berarti cara membersihkan telinga bayi dilakukan dengan tidak benar, karena ada faktor lain yang menyebabkan kotoran menumpuk lebih cepat.

Faktor tersebut meliputi:

  • Faktor fisiologis, beberapa orang secara alami menghasilkan lebih banyak kotoran telinga daripada yang lain
  • Bayi terkena kondisi telinga perenang atau otitis eksterna
  • Kebiasaan ibu menggunakan cotton bud saat membersihkan telinga anak
  • Bayi menggunakan penutup telinga atau alat bantu dengar
  • Bayi mengalami masalah belajar atau sindrom down

Kapan harus membersihkan kotoran telinga si kecil?

Kotoran telinga berperan untuk menjaga kesehatan telinga, jadi Anda tak perlu membersihkannya terlalu sering. Hanya bersihkan ketika kotoran telah menumpuk.

Bayi mengomunikasikan sesuatu dengan cara merengek atau melalui perilakunya. Jika saluran bayi tertutup kotoran, ia akan mengalami masalah seperti gatal, sakit telinga, sulit mendengar dengan jelas, dan tinnitus.

Salah satu tanda kotoran telinga sudah menumpuk adalah ketika bayi mulai menggosok, menarik, bahkan memasukkan jari ke dalam telinganya. Biasanya, kotoran telinga yang sudah banyak dapat dengan mudah terlihat dari luar telinga. Terkadang ada kotoran kering berwarna kuning kecoklatan yang keluar dari telinga bayi.

Cara membersihkan telinga bayi dengan benar

Membersihkan telinga dengan cotton bud adalah metode pembersihan telinga yang paling umum. Namun jika digunakan pada bayi, cotton bud justru akan mendorong kotoran telinga jauh lebih dalam dan menyebabkan masalah.

Ada beberapa cara membersihkan telinga bayi yang aman dilakukan di rumah, yaitu sebagai berikut:

  • Dengan kain lembut

Membersihkan daun telinga anak dengan kain lembut sudah cukup menjaga kebersihan telinga si kecil. Gunakan air hangat untuk menyeka dan menggosok area luar telinga bayi.

  • Menggunakan minyak zaitun

Untuk mengatasi kotoran telinga yang menumpuk, Anda bisa meneteskan dua hingga tiga tetes minyak zaitun atau minyak almond ke telinga bayi Anda selama tiga atau empat kali sehari. Ini merupakan cara alami yang efektif untuk mengeluarkan kotoran yang menumpuk.

  • Menggunakan obat tetes telinga bayi

Jika dengan cara alami tidak berhasil, Anda bisa menggunakan obat tetes telinga khusus bayi. Meski dijual bebas, ada baiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk menentukan obat tetes telinga yang tepat.

Anak mungkin rewel, jadi pilihlah waktu pemberian ketika anak diam atau beristirahat dari sela-sela kegiatannya. Baringkan bayi di pangkaun Anda, lalu teteskan cairan secara bertahap sampai liang bayi penuh atau sesuai petunjuk yang disarankan. Tunggu beberapa menit hingga larutan mengendap.

Bayi Anda mungkin merasakan sensasi aneh, jadi pastikan dia tetap tenang. Selanjutnya bersihkan daun telinga bayi dengan waslap dan air hangat. Lakukan cara ini tiga sampai lima hari.

Jika Anda tetap kesulitan mengeluarkan kotoran telinga yang menumpuk dengan cara membersihkan telinga bayi di atas, ada baiknya Anda mengunjungi dokter. Selain itu, jika terdapat gejala infeksi seperti keluarnya cairan, sakit telinga, demam, atau gangguan pendengaran setelah pengangkatan kotoran, periksakan anak Anda ke dokter sedini mungkin.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui cara perawatan bayi yang tepat melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Waspadai Gejala Jerawat Nodul dan Cara Mengatasinya

Jerawat nodul merupakan kondisi jerawat yang cukup parah, memicu pembentukan jerawat yang besar, meradang, dan menyakitkan. Terkadang, orang menyalahartikan jenis jerawat ini sebagai jerawat batu atau jerawat kistik.

Padahal, jerawat jenis nodul memiliki karakteristik yang berbeda dengan jerawat batu. Jerawat ini tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga bisa timbul di area dada dan punggung.

Ciri-ciri jerawat nodul

Ciri atau gejala utama dari jenis jerawat ini adalah tampilan fisiknya. Jerawat ini akan muncul dalam bentuk lesi keras di wajah, dada, ataupun di area punggung. 

Ketiga area itu adalah area yang paling sering ditumbuhi jerawat nodul. Namun, bukan berarti jerawat ini tidak bisa muncul di berbagai area tubuh lainnya.

Tampilan jerawat nodul bisa berbeda-beda pada setiap penderita. Ada penderita yang mengalami jerawat nodul dengan warna merah atau meradang. Tapi, ada juga yang warna jerawatnya sama dengan warna kulit lainnya.

Terkadang, Anda bisa melihat adanya whitehead pada pangkal jerawat. Akan tetapi, whitehead ini justru lebih sering tertanam jauh di bawah lapisan kulit, sehingga tak terlihat. 

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan sampai berbulan-bulan. Apabila tidak diobati, jerawat ini bisa menyebabkan luka pada kulit. 

Mengatasi jerawat nodul secara medis

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai jerawat Anda, dokter mungkin akan menyarankan upaya pengobatan dengan cara:

  • Obat topikal

Obat oles atau obat topikal merupakan obat yang umum digunakan untuk mengobati jerawat dari luar permukaan kulit. Obat ini diformulasikan melalui resep dokter, isinya dapat berupa antibiotik, salicylic acid, retinoid, dan lain sebagainya.

Kemudian, Anda bisa mengoleskannya secara langsung ke permukaan kulit Anda yang mengalami jerawat. 

  • Obat oral

Obat oral adalah obat yang digunakan dengan cara diminum. Biasanya, obat oral untuk mengatasi jerawat nodul adalah antibiotik.

Antibiotik akan bekerja dengan menyerang jerawat penyebab infeksi yang mengakibatkan jerawat. Secara khusus, obat ini diperlukan apabila Anda sudah pernah mengobati jerawat nodul sebelumnya, tapi jerawat itu terus tumbuh kembali. 

  • Perawatan rumah sakit

Apabila kondisi jerawat Anda sudah sangat parah, dokter bisa saja menyarankan pengobatan dengan prosedur di rumah sakit. Perawatan jenis ini juga bisa dikombinasikan dengan penggunaan obat.

Prosedur perawatan di rumah sakit untuk mengatasi kondisi ini meliputi chemical peel, operasi, terapi laser, dan suntikan obat.

Tips memelihara kulit saat tumbuh jerawat nodul

Ketika jerawat muncul, Anda mungkin memerlukan cara yang berbeda untuk memelihara kulit Anda. Berikut ini beberapa tipsnya:

  • Jangan memencet jerawat

Hal terpenting yang perlu diingat adalah jangan memencet, menekan, atau berusaha memecahkan jerawat nodul Anda. Hal ini hanya akan semakin merusak kulit Anda  dan tidak akan membantu untuk menyembuhkan jerawat dengan lebih cepat.

  • Suntikan kortison

Suntikan ini diberikan sebagai solusi terakhir dalam mengatasi jerawat nodul. Kortison bisa membantu untuk menghilangkan bekas dari jerawat dengan lebih cepat. Selain itu, kulit Anda pun bisa menjadi lebih sehat.

  • Kompres air dingin

Anda bisa menggunakan air dingin ataupun es batu untuk mengompres area jerawat yang meradang dan nyeri. Air dingin bisa membantu untuk meredakan pembengkakan dan menghilangkan rasa sakit.

Sebaiknya, selalu konsultasikan dengan dokter Anda apabila jerawat nodul yang Anda miliki semakin parah. Lakukan upaya perawatan yang tepat sesuai dengan anjuran dari dokter.

6 Penyakit yang Mesti Mendapat Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi medik merupakan terapi yang ditujukan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah sehingga tidak mampu berfungsi dan bergerak sebagaimana mestinya. Dengan rehabilitasi medik, rasa sakit bisa dikurangi sekaligus pergerakan tubuh menjadi lebih ringan. 

Umumnya, rehabilitasi yang diarahkan pada fisik ini akan disarankan pada pasien-pasien yang baru mengalami cedera akibat kecelakaan ataupun terjatuh. Namun sebenarnya, rehabilitasi medik juga dianjurkan pada pasien-pasien dengan penyakit tertentu. 

Jika Anda memiliki salah satu dari enam penyakit di bawah ini, sebaiknya Anda mendatangi dokter rehabilitasi medik. Sebab besar kemungkinan, Anda mengalami perubahan postur tubuh dan cedera otot maupun saraf karena penyakit-penyakit ini. 

  1. Cacat Lahir 

Banyak kecacatan lahir yang membuat seorang bayi tidak dapat tumbuh dan bergerak dengan sempurna. Banyak dari kecacatan tersebut yang tidak bisa sembuh secara sempurna. Namun, kualitas hidup penderitanya dapat ditingkatkan dengan memperbaiki fungsi tubuh seoptimal mungkin lewat rehabilitasi medik. Dengan rehabilitasi, koordinasi tubuh, kekuatan otot, sampai keseimbangan dari sang pasien bisa ditingkatkan hingga batas maksimal. 

  1. Radang Sendi 

Dalam dunia medis, kondisi ini kerap disebut sebagai artritis. Ini merupakan kondisi ketika satu atau beberapa sendi Anda mengalami peradangan sehingga menjadi sulit untuk digerakkan. Radang sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Pertambahan usia, kecelakaan, hingga kadar asam urat yang tinggi dapat membuat Anda terjebak dalam penyakit ini. Rehabilitasi medik membantu menyembuhkan Anda dari radang sendiri. Lewat rehabilitasi, peradangan di tubuh Anda bisa ditekan hingga sembuh lebih cepat. 

  1. Stroke 

Stroke merupakan kondisi ketika pembuluh darah di otak mengalami kebocoran bahkan sampai pada kondisi pecah. Jika terlambat ditangani, stroke bisa mengakibatkan kematian. Ketika cepat ditangani, nyawa Anda bisa selamat, meskipun akan banyak bagian tubuh yang mengalami disfungsi. Untuk memulihkannya, Anda memerlukan rehabilitasi medik khusus secara berkala dan teratur. Konsultasikan segera rehabilitasi medis kepada dokter Anda agar tingkat keparahan disfungsi tidak terus berlanjut. 

  1. Parkinson 

Parkinson merupakan jenis penyakit saraf yang membuat penderitanya kesulitan mengoordinasi gerakan tubuh. Awalnya gejala pada penderita parkinson terkesan ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas, seperti hanya tangan yang gemetar. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, parkinson yang dialami bisa terus memburuk dan membuat penderitanya bahkan tidak bisa sekadar berdiri serta mengalami halusinasi. Untuk mencegah perburukan pada pasien parkinson, dokter pun kerap menyarankan dilakukan rehabilitasi medik yang bertujuan untuk membantu koordinasi antar bagian tubuh. 

  1. Multiple Sclerosis 

Salah satu penyakit autoimun yang banyak terjadi adalah multiple sclerosis. Ini merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh manusia justru menyerang lapisan lemak dan serabut saraf sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi otak, mata, juga tulang belakang. Rehabilitasi medik sangat diperlukan oleh penderita multiple sclerosis. Pasalnya jika tidak dilakukan rehabilitasi, kerusakan saraf pada penderita penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh ini bisa mengakibatkan kerusakan saraf yang permanen. 

  1. Kanker 

Penanganan apa yang Anda pikirkan untuk pasien kanker? Menjalani kemoterapi, radiasi, serta obat-obatan oral menjadi barang wajib bagi penderita kanker. Tujuannya guna membunuh dan menghentikan perkembangbiakan sel jahat yang membuat penyakit tersebut. Namun meskipun sudah sembuh, penderita kanker kemungkinan akan mengalami gangguan fungsi tubuh, tidak terkecuali anggota gerak. Karena alasan inilah, pasien-pasien kanker sering disarankan untuk menjalani rehabilitasi medik oleh tim dokter. 

*** 

Sadari penyakit Anda sedari dini dan tanyakan kepada dokter apa perlu dilakukan rehabilitasi medik untuk mempercepat pemulihannya. Jika memang diperlukan, jangan ragu untuk menjalaninya dengan didampingi para ahli, ya.

Apa Saja Manfaat Kentang pada Bayi?

Pada awalnya, bayi perlu ASI (air susu ibu) untuk membantu pertumbuhan mereka. Namun, ketika mereka memasuki usia 6 bulan, mereka dapat mengkonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Para peneliti menyatakan bahwa MPASI dapat menyehatkan pencernaan, menjaga kondisi kulit, dan mencegah infeksi di dalam tubuh. Ada berbagai MPASI yang dapat dicoba, salah satunya termasuk kentang. Manfaat kentang untuk bayi banyak. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya berikan kentang kepada bayi.

Manfaat Kentang untuk Bayi

Jika Anda memiliki anak yang baru berusia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Berikut adalah manfaat kentang pada bayi:

  1. Memiliki nutrisi tinggi

Kentang merupakan salah satu makanan yang memiliki nutrisi tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan bayi. Berikut adalah kandungan yang ada pada kentang:

  • 161 kalori.
  • Protein (4,3 gram).
  • Lemak (0,2 gram).
  • Karbohidrat (36,6 gram).
  • Serat (3,8 gram).
  • Magnesium (12% dari AKG (angka kecukupan gizi) harian).
  • Kalium (26% dari AKG harian).
  • Mangan (19% dari AKG harian).
  • Fosfor (12% dari AKG harian).
  • Niacin (12% dari AKG harian).
  • Folat (12% dari AKG harian).
  • Vitamin B6 (27% dari AKG harian).
  • Vitamin C (28% dari AKG harian).
  1. Mengandung antioksidan

Selain kandungan yang disebutkan di atas, kentang juga mengandung antioksidan seperti flavonoid dimana kegunaannya dapat mencegah radikal bebas untuk mengurangi risiko penyakit pada bayi.

  1. Kaya akan mikronutrien

Kentang kaya akan mikronutrien sehingga sangat bermanfaat dalam pertumbuhan dan melindungi tubuh dari penyakit. Mikronutrien hanya didapatkan melalui makanan sehat.

  1. Menyehatkan pencernaan

Kentang juga mengandung pati tahan cerna atau resistant starch. Ketika senyawa tersebut berada di usus besar, senyawa tersebut akan dikonsumsi oleh bakteri baik dan berubah menjadi asam lemak yang memiliki rantai pendek. Asam tersebut memiliki kegunaan dalam mencegah peradangan pada usus besar dan menjaga kondisi usus besar untuk menghindari risiko kanker.

  1. Menjaga kondisi kulit

Karena kentang mengandung vitamin C, kentang juga memiliki manfaat untuk menjaga kondisi kulit bayi. Oleh karena itu, sebagian orang memilih kentang untuk diberikan kepada bayi mereka.

  1. Menjaga kesehatan tulang

Kentang mengandung zat besi, fosfor, magnesium, dan zinc untuk menjaga kesehatan tulang bayi.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Kentang juga dapat menjaga kesehatan jantung bayi karena didukung oleh serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Bayi Kentang

Jika Anda ingin memberikan kentang kepada bayi Anda, Anda juga perlu perhatikan beberapa hal di bawah:

  • Membersihkan kentang

Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah Anda perlu membersihkan kentangnya terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan debu dan pestisida yang mungkin muncul pada kulit kentang tersebut. Setelah membersihkannya, Anda dapat mengupas kentang tersebut.

  • Perhatikan cara memasak kentang

Setelah mengupas kentang, Anda sebaiknya kukus kentang tersebut. Jika Anda merebusnya, maka Anda akan menghilangkan berbagai kandungan nutrisi yang ada pada kentang tersebut.

  • Berikan porsi secukupnya

Pada awalnya, Anda dapat memberikan bayi Anda kentang dengan porsi yang kecil. Jika bayi Anda menyukainya, Anda dapat memberikannya lagi, namun tidak dengan porsi yang berlebihan.

  • Reaksi alergi

Meskipun jarang terjadi, bayi yang menyentuh kentang pun bisa mengalami alergi berupa ruam, batuk, diare, dan muntah.

Kesimpulan

Manfaat kentang untuk bayi beragam dan dapat mendukung pertumbuhan bayi. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Jika Anda ingin memberikannya kentang, Anda perlu perhatikan beberapa hal seperti cara memasak supaya nutrisi tidak berkurang.

Tonsillitis Difteri, Sumbatan Jalan Napas Atas yang perlu Anda Waspadai!

Difteri merupakan penyakit infeksi menular yang terutama menyerang saluran pernapasan bagian atas (difteri pernapasan). Tonsilitis difteri merupakan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Corynebacterium diphtheriae yang memuat toksin atau racun. 

Nah, racun inilah yang dapat menyebabkan orang menjadi sangat sakit. Bakteri difteria biasanya menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan, seperti batuk atau bersin. Orang lain juga bisa sakit jika menyetuh luka terbuka atau bisul yang terinfeksi. Karena sifatnya yang dapat menyumbat jalan napas atas, tentu Anda perlu wasapada terhadap penyakit ini. Berikut beberapa penjelasan lengkapnya. 

Gejala tonsillitis difteri

Gejala utama yang bisa terjadi adalah amandel yang meradang atau bengkak, dan terkadang cukup parah hingga membuat seseorang sulit bernapas melalui mulut. Gejalanya termasuk:

  • Sakit atau nyeri tenggorokan
  • Demam
  • Amandel merah
  • Lapisan putih atau kuning pada amandel Anda
  • Lepuh atau borok yang menyakitkan di tenggorokan Anda
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit telinga
  • Kesulitan menelan
  • Kelenjar bengkak di leher atau rahang
  • Menggigil
  • Bau mulut
  • Suara serak atau teredam
  • Leher kaku

Gejala pada anak, mungkin termasuk:

  • Sakit perut 
  • Muntah
  • Ngiler
  • Tidak mau makan atau menelan

Komplikasi tonsilitis difteri

Komplikasi dari difteri pernapasan (ketika bakteri menginfeksi bagian tubuh yang terlibat dalam pernapasan) mungkin termasuk:

  • Penyumbatan jalan napas 
  • Kerusakan jaringan otot jantung (miokarditis)
  • Kerusakan saraf (polineuropati)
  • Kehilangan kemampuan untuk bergerak (kelumpuhan)
  • Gagal ginjal

Bagi sebagian orang, tonsillitis difteri ini dapat menyebabkan kematian. Bahkan dengan pengobatan, 1 dari 10 pasien bisa meninggal. 

Pencegahan

  • Vaksinasi. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi. Di Amerika Serikat ada empat vaksin yang digunakan untuk mencegah difteri, DTaP, Tdap, DT, dan Td. Masing-masing vaksin ini mencegah difteri dan tetanus. DTaP dan Tdap juga dpat membantu mencegah pertusis (batuk rejan). 
  • Antibiotik. CDC menganjurkan agar kontak dekat dari penderita menerima antibiotik untuk mencegah mereka jatuh sakit. Para ahli menyebutkan ini profilaksis. Ini penting bagi penderita difteri yang menginfeksi sistem pernapasan (bagian tubuh yang terlibat dalam pernapasan) dan kulit. 

Segera cari pertolongan medis

Seperti yang telah disebutkan di atas, gejala awal tonsillitis dofteri mirip dengan infeksi saluran pernapasan atas akibat virus (flu). Namun, ada gejala dan kondisi tertentu yang memerlukan kunjungan ke layanan kesehatan Anda untuk evaluasi lebih lanjut jika berkembang:

  • Sakit tenggorokan yang parah atau ketidak mampuan untuk menelan
  • Leher bengkak
  • Sulit bernapas
  • Nyeri dada
  • Merasa lemah atau mati rasa yang ekstrim
  • Paparan pada seseorang yang diketahui atau dicurigai difteri
  • Demam pada individu dengan sistem kekebalan yang terganggu

Untuk mengatasi difteri mungkin dokter akan memberikan:

  • Memberikan antitoksin untuk menghentikan racun yang dibuat oleh bakteri yang merusak tubuh. Perawatan ini sangat penting untuk infeksi difteri pernapasan, tetapi jarang digunakan untuk infeksi kulit difteri. 
  • Menggunakan antibiotik untuk membunuh dan menyingkirkan bakteri. Ini penting untuk infeksi difteri pada sistem pernapasan dan pada kulit. 

Orang dengan difteri biasanya tidak dapat menulari orang lain 48 jam setelah mereka mulai mengonsumsi antibiotik. Namun, penting untuk menyelesaikan penggunaan antibiotik sepenuhnya untuk memastikan bakteri benar-benar dikeluarkan dari tubuh. 

Setelah pasien selesai menjalani perawatan lengkap, dokter akan melakukan tes untuk memastikan bakteri tidak ada lagi di dalam tubuh pasien. Jadi, penting untuk Anda segera memeriksakan diri ke dokter ketika ada tanda atau gejala tonsillitis difteri. Karena jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian karena jalan napas yang tersumbat.

Ternyata Bentuknya yang Kecil, Kalori Sushi Besar? Cek Di Sini!

Sushi telah menjadi makanan yang populer dan disukai banyak orang selama beberapa waktu dan hingga kini, tetapi banyak orang tidak mengetahu informasi nutrisi pada sushi. Meskipun sushi tidak sepenuhnya memiliki kalori sushi yang rendah, namun ada cara untuk Anda menjaga pola makan dengan mengonsumsi sushi yang rendah kalori. 

Kalori sushi memang beragam, ada yang tinggi dan ada pula yang rendah. Nah, berikut beberapa fakta tentang sushi dan kalori yang terdapat di dalamnya. 

Fakta tentang kalori sushi

Memang benar bahwa sushi bisa menjadi makanan sehat dan pilihan rendah kalori, ada perbedaan besar dalam banyak jeni dan jenis sushi yang bisa Anda nikmati. Nah berikut beberapa informasi nutrisi dan kalori sushi yang terdapat pada sushi setiap gulungnya. 

Nutrisi dan kalori sushi yang baik

Berikut beberapa alasan mengapa sushi baik untuk dikonsumsi. 

  • Sushi tidak dimasak apapun. Salah satu hal baik tentang sushi adalah sebagian besar makanan yang Anda makan secara mentah, jadi Anda tidak perlu khawatir tentang banyaknya garam atau mentega tambahan pada sushi. 
  • Dapat mengendalikan berapa kalori sushi yang masuk ke mulut Anda. Jika Anda ingin memilih kalori sushi yang rendah, maka pilih sushi yang banyak berisi sayuran, seperti asparagus, mentimun, atau alpukat yang mengandung lemak sehat. 
  • Kaya omega 3. Inti dari kesehatan yang terdapat pada sushi adalah terletak apda ikan mentah itu sendiri. Pasalnya, salmon yang biasanya terdapat pada sushi mengandung asam lemak omega 3, yang terkait dengan banyak manfaat kesehatan. Selain itu, omega 3 membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan peradangan. 

Nutrisi dan kalori sushi yang buruk

  • Kalori bertambah dengan cepat.  Bahkan dengan bahan-bahan yang sehat sekalipun, kalori dalam sushi dapat bertambah lebih cepat dan tinggi. Terutama setelah Anda mengonsumsi gulungan sushi yang berisi belut atau ikan ekor kuning yang sangat berlemak dengan tambahan nasi di luarnya. Hal tersebut memiliki lebih banyak kalori daripada kalori pada tuna atau salmon.
  • Toping yang cenderung berlemak. Toping tambahan pada sushi biasanya mengandung kalori yang tinggi, misalnya saja mayo pedas, tempura, atau ekstra alpukat yang mengandung lemak ekstra dan kalori yang banyak. 
  • Terlau banyak natrium. Ketika Anda mengonsumsi sushi, tentu akan menambahkan kecap asin atau manis sebagai sausnya. Nah, mengonsumsi terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan, versi rendah natrium yang lebih baik, masih bisa mengandung sedikit garam. 
  • Ada banyak nasi di setiap gulungnya. Nasi adalah salah satu alasan terbesar Anda harus memperhatikan jumlah roll yang masuk ke dalam mulut Anda. Sushi bisa berisi setara dengan satu cangkir atau nasi utuh dalam satu gulung dan hal tersebut bisa mengandung 200 kalori dan 45 gram karbohidrat. 

Jadi, apakah kalori sushi tinggi? Dan apakah sushi itu sehat?

Jawabannya adalah tergantung pada jenis sushi apa yang Anda konsumsi. Tidak semua menu sushi sehat dan rendah kalori, namun ada juga yang tinggi kalori dan tidak sehat. Anda hanya perlu berfokus ada makanan ikan mentah dengan banyak sayuran, karena hal tersebut mengandung banyak gizi dan rendah kalori. 

Jadi, pada saat Anda masuk ke restoran sushi, daripada memesan nasi gulung dengan tuna pedas dan toping mayo pedas, pilihlah salmon gulung mentimun tanpa lemak dengan edamame atau pesan sashimi. 

Sushi bisa menjadi makanan yang snagat sehat, terutama karena ikan yang sangat tinggi protein dan asam lemak omega 3. Namun, kalori sushi pun bisa sangat tinggi jika Anda salah memesan. Jangan sampai salah pilih, ya!

8 Manfaat Bangle yang Mujarab untuk Kesehatan

Jenis rempah-rempah yang satu ini memang tidak terlalu familiar di Indonesia. Bukannya karena jarang digunakan, alasan mengapa bangle kurang populer disebabkan banyak orang mengira jenis tanaman ini sama dengan jahe. Sepintas memang demikian adanya. Padahal jika diperhatikan lebih lanjut, terdapat perbedaan bangle dengan jahe dari segi ukuran maupun tekstur. Bangle memiliki ukuran yang lebih besar sekaligus memiliki kulit yang lebih berkerut dibandingkan jahe. 

Perbedaan jahe dan bangle tidak hanya dari segi bentuk. Dari segi manfaat, kedua rempah-rempah ini juga menghasilkan khasiat yang berbeda. Bangle sendiri memiliki segudang manfaat kesehatan yang sudah terbukti kemujarabannya karena kerap digunakan sebagai obat tradisional di berbagai negara, tidak terkecuali di Indonesia. 

Berikut ini adalah ragam manfaat bangle yang sudah terbukti. Mencoba kemujarabannya untuk mrmulihkan dan menjaga stamina serta kebugaran Anda pun tidak ada salahnya!

  1. Melawan Masalah Pencernaan 

Berbagai masalah pencernaan mampu ditangani oleh bangle. Salah satu yang paling terkenal adalah bangle kerap diandalkan untuk meredakan perut kembung. Tidak hanya itu, bangle juga cocok dijadikan sebagai obat untuk orang-orang yang tengah mengalami diare. 

  1. Mengurangi Nyeri Sendi 

Jumlah penelitian mengenai kemampuan jahe sebagai anti nyeri memang masih sangat terbatas. Namun hingga saat ini, rempah-rempah yang mirip jahe tersebut kerap dipercaya mampu meredakan rasa nyeri pada penderita, osteoarthritis maupun rheumatoid arthritis.

  1. Mengobati Batuk 

Kalau Anda sedang mengalami batuk berdahak, cobalah mengonsumsi air rebusan bangle. Pengobatan tradisional untuk menyembuhkan batuk menggunakan rempah-rempah ini sudah diterapkan cukup lama dan terbukti lumayan ampuh. Namun, tidak semua batuk bisa reda dengan larutan bangle. Air rebusan bangle lebih mampu memulihkan kondisi batuk berdahak karena efek hangat yang dihasilkan ketika Anda meminumnya. 

  1. Meredakan Asma 

Penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan ini bahkan bisa berangsur membaik dengan air rebusan bangle! Dalam pengobatan tradisional Thailand, bangle sudah lama digunakan untuk meredakan gejala asma. Tertarik mencobanya?

  1. Menjaga Kesehatan Hati 

Dalam pengobatan tradisional, bangle kadang-kadang digunakan sebagai obat sakit kuning. Bukan sekadar mitos, nyatanya berdasarkan penelitian terbaru, ekstrak bangle mampu menjaga kesehatan hati bahkan menekan kerusakan hati. Ini karena adanya senyawa kurkumin dan kasumunin pada rempah-rempah tersebut. 

  1. Menurunkan Demam 

Bangle memiliki sifat anti peradangan. Ini menjadi suatu keuntungan bagi Anda sebab dengan demikian, bangle mampu menjadi obat alternatif untuk menurunkan demam secara alami. Cukup campurkan bangle dalam menu makanan Anda untuk mengolahnya khusus dengan cara merebusnya. Demam tinggi pun akan lebih cepat turun dengan mengonsumsi tanaman mirip jahe ini. 

  1. Menyembuhkan Gejala Kelumpuhan 

Memang belum ada studi khusus yang membuktikan kemampuan bangle menyembuhkan gejala kelumpuhan. Namun dalam pengobatan tradisional Thailand, tanaman yang disebut pai ini termasuk mujarab melawan gejala kelumpuhan. Cara penggunaannya dengan memijat baluran bangle kepada kaki atau bagian tubuh lain yang mulai mengalami mati rasa. 

  1. Mengatur Siklus Haid 

Siklus haid yang tidak teratur bisa menunjukkan adanya indikasi masalah pada bagian rahim Anda. Namun sebelum khawatir berlebihan, cobalah mengonsumsi air rebusan bangle. Rebusan tanaman rempah ini dipercaya mampu mengatur siklus haid lebih lancar. Tidak hanya itu, dengan rutin mengonsumsi bangle, nyeri haid yang Anda alami kemungkinan besar akan berkurang sehingga Anda bisa melakukan beragam aktivitas harian selama haid berlangsung. 

*** 

Mulai sekarang belajar membedakan jahe dan bangle, yuk, supaya bisa memanfaatkan khasiat rempah-rempah tersebut dengan maksimal. Siapa tahu, keluhan kesehatan Anda selama ini bisa dipulihkan dengan mengonsumsi ramuan dari bangle.

Sejarah Autoclave, Mesin Sterilisasi

Autoclave juga dikenal sebagai alat sterilisasi uap, dan biasanya digunakan untuk perawatan kesehatan atau aplikasi industri. Autoclave adalah mesin yang menggunakan uap di bawah tekanan untuk membunuh bakteri, virus, jamur, dan spora berbahaya pada barang yang ditempatkan di dalam bejana tekan. Item dipanaskan hingga suhu sterilisasi yang sesuai untuk jangka waktu tertentu. Kelembaban dalam uap secara efisien mentransfer panas ke item untuk menghancurkan struktur protein dari bakteri dan spora.

Sebelum membicarakan autoclave lebih lanjut, mari pelajari tentang asal usul atau sejarah dari alat ini. Digester uap, prototipe autoclave yang sekarang lebih dikenal sebagai kompor bertekanan, ditemukan oleh fisikawan kelahiran Prancis Denis Papin pada tahun 1679. Baru pada tahun 1879, ahli mikrobiologi Prancis Charles Chamberland menciptakan versi baru yang disebut autoclave untuk digunakan dalam aplikasi medis.

Ilmu desinfeksi dan sterilisasi dimulai pada tahun 1881 dengan penelitian Robert Koch tentang sifat desinfektan uap dan udara panas. Dia mendemonstrasikan kekuatan penetrasi yang lebih besar yang ditunjukkan oleh panas lembab (uap) dibandingkan dengan panas kering. Akhirnya, pada tahun 1933 teknologi autoclave modern diperkenalkan dengan alat sterilisasi uap bertekanan pertama yang mengontrol kinerja dengan mengukur suhu di saluran pembuangan ruang (perangkap termostatik). Sebelumnya, tekanan adalah satu-satunya indikasi kontrol tanpa alat untuk memverifikasi suhu atau eliminasi udara.

Seiring berjalannya waktu, teknologi autoclave baru telah dikembangkan termasuk siklus pra-vakum pada tahun 1958, dan pulsa tekanan pembilas uap pada tahun 1987 memungkinkan sains berkembang menjadi autoclave, atau alat sterilisasi uap, yang digunakan di rumah sakit saat ini.

Autoclave biasanya digunakan dalam pengaturan perawatan kesehatan untuk mensterilkan perangkat medis. Barang yang akan disterilkan ditempatkan di dalam bejana tekan, yang biasa disebut dengan chamber. Tiga faktor penting untuk memastikan keberhasilan sterilisasi uap dalam autoclave antara lain waktu, suhu, dan kualitas uap. Untuk memenuhi persyaratan ini, ada tiga tahapan dalam proses autoclave:

  • Fase Pengkondisian (C)

Udara menghambat sterilisasi dan harus dikeluarkan dari ruangan selama fase pertama siklus sterilisasi yang dikenal sebagai pengkondisian. Dalam alat sterilisasi uap tipe pembuangan udara dinamis, udara dapat dikeluarkan dari ruang menggunakan sistem vakum. Hal itu juga dapat dihilangkan tanpa sistem vakum menggunakan serangkaian aliran uap dan pulsa tekanan. Alat sterilisasi tipe gravitasi menggunakan uap untuk memindahkan udara di dalam ruangan dan memaksa udara ke saluran pembuangan alat sterilisasi.

  • Fase Pemaparan (S)

Setelah udara dibuang, saluran sterilisasi ditutup dan uap terus menerus dimasukkan ke dalam ruang, dengan cepat meningkatkan tekanan dan suhu di dalam ke tingkat yang telah ditentukan. Siklus memasuki fase pemaparan dan barang-barang disimpan pada suhu sterilisasi selama jangka waktu tertentu yang diperlukan untuk mensterilkannya.

  • Fase Pembuangan (E)

Selama fase akhir siklus, pembuangan, saluran sterilisasi dibuka dan uap dikeluarkan, menurunkan tekanan bejana dan membiarkan barang-barang di dalam muatan mengering.

Uap berkualitas penting untuk keberhasilan proses sterilisasi autoclave. Uap yang digunakan untuk sterilisasi harus terdiri dari 97% uap (uap) dan 3% uap air (air cair). Rasio ini direkomendasikan untuk perpindahan panas yang paling efisien. Jika kadar air steam kurang dari 3%, steam digambarkan sebagai superheated (atau kering). Steam superheated terlalu kering untuk perpindahan panas yang efisien dan tidak efektif untuk sterilisasi steam.

Autoclave merupakan alat sterilisasi uap medis digunakan di lingkungan perawatan kesehatan untuk mensterilkan peralatan yang tahan panas dan lembab seperti instrumen bedah, perangkat medis implan, serta tirai dan linen bedah. Oleh karena itu, autoclave merupakan alat yang sangat penting dalam dunia medis.

Cara Pakai dan Dosis Pseudoephedrine

Merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala hidung tersumbat ketika seseorang mengalami flu atau pilek dan penyakit pernapasan lainnya dikenal dengan nama pseudoephedrine. Obat ini bisa ditemukan sebagai kandungan tunggal atau kombinasi dengan obat lain, selain itu obat ini juga termasuk dalam golongan dekongestan yang cara kerjanya meredakan pembengkakan.

Pembengkakan tersebut terjadi dalam pembuluh darah di hidung, sehingga saluran napas lebih terbuka dan napas menjadi lega. Jika pasien mengonsumsi obat ini di rumah, sangat dianjurkan untuk membaca panduan obat dengan seksama. Selain itu pasien juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi.

Cara Konsumsi Pseudoephedrine

Konsumsi obat ini bisa dilakukan secara langsung atau tanpa makan, pada umumnya setiap 4-6 jam seperti penjelasan yang terdapat pada kemasan produk atau resep yang diberikan dokter. Dilarang mengonsumsi lebih dari empat dosis dalam sehari, dosis diberikan berdasarkan usia, kondisi kesehatan dan respons pasien terhadap terapi.

Sangat tidak disarankan untuk melebihkan dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering dari yang diresepkan dokter. Jika mengonsumsi obat dalam bentuk tablet kunyah, kunyah dengan baik dan telan, apabila mengonsumsi obat ini dalam bentuk cairan bisa menakar dosis dengan menggunakan gelas ukur khusus untuk obat.

Tidak disarankan mengonsumsi obat dalam bentuk cair menggunakan sendok rumahan, hal itu dapat membuat dosis yang yang dikonsumsi menjadi tidak tepat atau sesuai dengan anjuran dokter. Obat ini dipasarkan dalam berbagai bentuk dan merek, beberapa tablet harus dimakan dengan sejumlah air yang banyak.

Sangat dianjurkan untuk membaca arahan yang spesifik dengan seksama dalam setiap produk karena jumlah kandungan obat ini setiap produk berbeda. Yang terpenting jangan mengonsumsi obat ini lebih dari yang direkomendasikan, perlu diketahui bahwa kafein bisa meningkatkan efek samping pengobatan ini.

Hindari mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh dan minuman bersoda dalam jumlah yang banyak. Selain itu makan cokelat dalam jumlah yang banyak atau mengonsumsi obat non-resep yang mengandung kafein juga tidak diperkenankan. Jika gejala tidak membaik dalam tujuh hari, atau justru malah memburuk segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Dewasa

Dosis awal 30-60 mg diberikan setiap 4-6 jam, sementara dosis maksimal mencapai 240 mg yang dikonsumsi setiap harinya.

  • Anak-anak

Untuk anak berusia 12 tahun ke atas dosis awal sebanyak 30-60 mg diberikan setiap 4-6 jam dan dosis maksimal 240 setiap hari.

  • Anak Usia 6-12 Tahun

Dosis awal 30 mg diberikan setiap 4 sampai 6 jam dan dosis maksimal mencapai 120 mg setiap harinya.

  • Anak Usia 4-5 Tahun

Dosis awal konsumsi obat untuk anak umur empat sampai lima tahun adalah 15 mg diberikan setiap 4-6 jam, sementara dosis maksimal 60 mg per hari.

Efek Samping

  • Reaksi kulit yang parah seperti pustulosis eksantemantosa generalisata akut.
  • Gangguan jantung seperti takikardi, aritmia jantung sehingga jantung berdebar.
  • Gangguan mata seperti glaukuma sudut tertutup.
  • Munculnya gangguan sistem saraf seperti tremor dan sakit kepala.
  • Gangguan pencernaan seperti mulut kering, mual dan muntah.
  • Gangguan ginjal dan urin, seperti retensi urin.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan seperti ruam.
  • Gangguan pembuluh darah bisa seperti hipertensi.

Segera beritahukan ke dokter jika muncul beberapa kondisi di atas terutama setelah pemakaian atau konsumsi obat pseudoephedrine. Penanganan yang tepat dan cepat akan meminimalisir beberapa kondisi buruk yang bisa saja dialami pasien.